Loading

LAKBAN / OPP TAPE MURAH DAN KUAT

Showing posts with label Investment. Show all posts
Showing posts with label Investment. Show all posts

Thursday, May 30, 2013

6 Perusahaan Swedia Siap Investasi Jutaan Dolar ke RI

Di antaranya IKEA, H&M, dan Ericsson. Ada juga produsen mobil listrik.


Berbagai perusahaan raksasa Swedia menyatakan siap berinvestasi di Indonesia hingga ratusan juta dolar AS. Komitmen ini diterima seusai kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan ke Swedia pada 27-29 Mei 2013.

Dalam dokumen daftar nota kesepahaman yang diterimaVIVAnews, beberapa perusahaan besar Swedia seperti IKEA, H&M, Ericsson, dan perusahaan mobil listrik Swedia, Clean Motion, akan menggelontorkan dananya ke Indonesia.

Monday, May 13, 2013

IHSG masih berpotensi menguat di awal pekan


JAKARTA. Pada akhir pekan lalu (10/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan kenaikan 16,60 poin (0,33%) ke level 5.105,94. Berdasarkan data RTI, investor asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 63 miliar. Adapun saham-saham yang paling banyak dibeli antara lain BMTR, TLKM, PWON, ASRI, dan GGRM.

Tuesday, April 30, 2013

Carlos Slim : "Amerika Latin dan Indonesia Adalah Tempat Investasi Terbaik Saat Ini "

Jakarta - Orang terkaya di dunia versi Forbes, Carlos Slim, menyatakan tempat investasi paling menarik di dunia saat ini adalah di Amerika Latin dan Indonesia.

Hal itu ia kemukakan sata diwawancarai oleh Larry King mengenai tempat yang paling baik untuk menanamkan investasi saat ini.

"Amerika Latin dan Indonesia," jawab pengusaha asal Meksiko tersebut seperti dikutip detikFinance dari email yang dikirim Duta Besar Indonesia untuk AS, Dino Patti Djalal, Selasa (30/4/2013).

Wednesday, April 18, 2012

Pengujian Empiris Capital Assets Pricing Model (CAPM) Di Bursa Efek Jakarta (BEJ) Menggunakan Pendekatan Lintner/Douglas

PENDAHULUAN

Konsep CAPM
Capital Assets Pricing Model (CAPM) adalah suatu model yang dikembangkan untuk menjelaskan suatu keadaan keseimbangan hubungan antara resiko setiap assets apabila pasar modal berada dalam keseimbangan.
Dalam pengembangan konsep Capital Assets Pricing Model, berbagai asumsi dianggap berlaku (Husnan, S. 1993), antara lain:

Wednesday, April 4, 2012

Tokoh Trader Wanita Profesional dan Sukses

“Wanita di jajah pria sejak dulu”. Akrab dengan lantunan tersebut? Bukan hanya sekedar lagu, namun hal itu terjadi pula dalam dunia trading, dimana pria masih mendominasi profesi trader dibandingkan trader wanita. Baik pria dan wanita, masih belum banyak yang mengenal atau mengetahui adanya eksistensi seorang trader wanita professional yang sukses menjalaninya menjadi sebuah karir / pekerjaan.

Trader wanita percaya bahwa dalam dunia trading forex atau index menjadi tempat di mana mereka lebih “dinilai” bedasarkan performance mereka, dibandingkan dengan perbedaan gender semata yang umumnya mengesampingkan peran wanita di dalamnya.

Hal tersebut sungguh nyata dan terbukti, jika kita melihat kembali kepada seorang trader wanita muda asal Indonesia bernamaEsti Andriyani yang berhasil menjadi juara pertama pada event demo trading contest 2010 dari broker Futures Galleria kemarin dan hadir pula dalam acara penyerahan hadiah oleh tim Futures Galleria Blog di Minus two cafĂ©, Jakarta, Indonesia.

Sosok beliau sungguh membuka mata kita, yang tertuju pada kehebatan trader wanita saat ini. Trader wanita tidak dapat dipandang sebelah mata dan bukan hanya di Indonesia pastinya. Saya juga mencoba research lewat google mengenai keberadaan trader wanita sukses yang berada di luar negeri dan menemukan beberapa tokoh trader wanita professional yang sukses dengan well perform di mata dunia.

Tokoh – Tokoh Trader Wanita tersebut meliputi:


Muriel Siebert, dikenal sebagai “The First Woman of Finance”. Menjadi wanita pertama yang memiliki kedudukan di New York Stock Exchange. Dia berjuang untuk mendapatkan kursi tersebut dan bergabung dengan 1365 anggota pria. Siebert telah memiliki sikap yang vokal bagi wanita di bidang keuangan dan industri trading sepanjang kariernya. Pemilik Broker Muriel Siebert & Company juga mengatakan; “sekarang trader wanita diperlakukan dengan hormat“.

Lisa M. Utasi pernah berkata ”Kita perlu menghilangkan mitos bahwa perempuan tidak bisa masuk ke bidang ini”. Lisa sudah trading selama 20 tahun dan saat ini dia adalah seorang trader di Legg Mason unit ClearBridge Advisors. “Kami melakukannya dan ada banyak wanita yang sukses, kita harus memastikan bahwa pesan ini terbuka untuk semua wanita.”

Karen L. Finerman,
 memiliki dan menjalankan Metropolitan Modal, hedge fund pribadinya. Karen memulainya sebagai seorang trader karena ia menyukai tantangan. Dia berpendapat bahwa, pekerjaan tersebut baik bagi siapapun (wanita/pria) yang berusaha untuk menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. ”Jam untuk trading cukup pas dan tidak menyita waktu “, tegasnya.

Smita Sadana, seorang professional trader dan pemilik TraderVantage telah berhasil mencapai 43% keuntungan gabungan per tahun selama 11 tahun terakhir. Selama periode yang sama, indeks S&P500 hampir tidak berubah. Menjadi salah satu kandidat trader wanita terbaik di Wallstreet, Smita berharap bahwa suatu saat “trader wanita yang sukses di Wall Street sama jumlahnya dengan para trader pria”.

Ada perkiraan yang mengatakan bahwa perbandingan trader wanita dengan pria adalah 1:10 atau bisa dikatakan 10% dari keseluruhan. Tidak ada data statistik tepat yang dapat menunjukkan berapa banyak trader wanita di dunia.


http://www.futuresgalleriablog.com/2010/06/09/trader-wanita-profesional/?utm_source=VivaNews&utm_medium=TH-TraderWanita&utm_campaign=sumber

Wednesday, March 21, 2012

Ingin Kaya Seperti Milyarder? Ini 10 Rahasianya

Angga Aliya - detikFinance 

Jika anda penasaran bagaimana milyarder bisa punya uang banyak, tanyakan saja pada orangnya langsung. Meski berbeda orang, biasanya milyarder punya rahasia yang rata-rata hampir sama.

Rahasia itu bukanlah sesuatu yang aneh, magis, tak masuk akal atau bahkan sesuatu yang menyimpang akan tetapi lebih kepada manajemen dan strategi.

Seperti dikutip dari Second Act, Selasa (20/3/2012), cara sukses mereka itu bahkan bisa anda temui dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus mengorek rahasia dari para milyarder. Bahkan, semuanya itu melibatkan hal-hal yang mendasar seperti strategi berinvestasi, kerj keras, dan percaya atau tidak, ketekunan dalam berhemat.

Berikut ini adalah 10 tips yang bisa membuat anda menjadi milyarder.

1. Berinvestasi sejak dini
Adrian Cartwood, penulis blog How to Make 7 Million in 7 Years (Bagaimana meraup US$ 7 juta dalam 7 tahun), bisa menjadi kaya raya setelah hidup super hemat sambil merancang bisnis di industri teknologinya. Banyak orang yang terlalu ceroboh dengan mencari utang ketimbang menahan nafsu dan berhemat. Padahal, utang ini bisa menjadi beban yang cukup besar bagi kondisi finansial seseorang.

"Belajarlah hidup apa adanya dan jangan tergoda barang-barang yang tidak perlu. Inilah kebiasaan yang perlu anda pertahankan demi menuju sukses, jadi anda bisa cepat mencapai target," katanya.

2. Percaya anda bisa 
Sebelum berinvestasi di properti dan menjadi milyarder, Alan Corey, penulis buku A Million Bucks by 30 (Jutaan Dolar di Umur 30), banyak membaca biografi dan autobiografi milyarder sebanyak-banyaknya. Ia melakukan itu untuk mencari karakteristik yang sama antara para milyarder tersebut. Karakteristik yang ia percaya bisa sangat membantu dalam pencapaian karirnya.

"Apa yang saya temukan adalah mereka (milyarder) sangat percaya diri bahwa mereka akan sukses secara finansial," kata dia. Corey juga mengakui, tingginya kepercayaan diri sangat membantu pencapaian hidupnya.

3. Pasang target yang spesifik dan masuk akal
Menurut Jen Smith, perancang situs Millionaire Mommy Next Door (Ibu Rumah Tangga sang Milyarder), mengatakan, jika anda punya target 'Saya ingin kaya raya' itu terlalu kabur. Sebaiknya, anda mulai memikirkan target yang lebih spesifik dan masuk akal.

Ia memberi contoh, "Saya ingin punya investasi US$ 2 juta sehingga bisa hidup hanya dari imbal hasilnya. Setelah itu, saya akan keluar kerja dan melakukan banyak hal, seperti jadi sukarelawan, bepergian, belajar tenis dan melukis, juga piknik di pantai bersama keluarga," ujarnya.

Bahkan, target tersebut sudah bisa diraih Smith sebelum ia punya keluarga. Ia sengaja memajang foto tujuan wisata di tempat yang bisa dilihat setiap hari untuk menjadi motivasi.

4. Asuransikan diri anda
Kebangkrutan mengancam semua orang kapan saja, di mana saja, dan banyak penyebabnya. Bisa itu terjadi karena adanya perceraian, kematian atau cacat permanen sehingga tidak bisa bekerja.

Untuk itu, anda perlu melindungi diri anda dengan asuransi kesehatan. Dalam buku The Quiet Millionaire (Milyarder Pendiam), perencana keuangan Brett Wilder bercerita mengenai banyaknya orang yang gagal meraih sukses hanya karena tidak punya asuransi kesehatan atau bahkan terlalu banyak membayar asuransi karena tidak mengerti.

5. Kerja keras, dan keberuntungan akan datang dengan sendirinya
Dalam buku terbarunya, Think Like a Champion (Berpikir Seperti Juara), Donald Trump mengaku kesuksesannya berasal dari kerja keras. "Jika hasil kerja keras anda sudah mulai membuahkan hasil, orang lain pasti akan bilang anda beruntung. Mungkin memang begitu, karena anda beruntung punya otak yang mampu bekerja keras!" ujarnya.

Konsep yang sama juga dikemukakan salah satu Presiden Amerika Serikat (AS) di abad ke-18, Benjamin Franklin. "Semakin saya bekerja keras, saya merasa semakin beruntung," ujarnya.

6. Belajarlah membuat anggaran
Smith merekomendasikan anda terus melacak pengeluaran bulanan, hingga ke biaya terkecil sekalipun. Setiap bulan, ia mencetak seluruh anggarannya di sebuah kertas lalu digabungkan dengan anggaran bulan sebelumnya, sehingga ia tahu benar uangnya lari ke mana saja.

Ia juga mengatakan, meski ini terdengar klise, tetapi anda harus jaga rasio utang karena ini sangat penting untuk menjadi orang kaya. "Posisi utang yang terkendali bisa membuat anda berhemat jutaan dolar sepanjang hidup anda," katanya.

7. Lakukan pekerjaan yang anda cintai
Memang, bekerja di sebuah perusahaan finansial bisa menghasilkan gaji yang tinggi, tapi tetap saja anda tidak akan merasa nyaman jika itu bukan pekerjaan yang anda cintai. Itulah kenapa, Corey merekomendasikan anda mengambil pekerjaan yang selama ini diimpi-impikan atau bahkan hanya dilakukan di kala senggang.

"Apakah anda suka baca majalah fesyen? Ambilah karir di dunia fesyen. Anda suka membaca situs gosip? Cari pekerjaan yang berhubungan dengan dunia selebritas. Atau anda suka membaca majalah otomotif? ESPN.com? Forum binatang peliharaan Yahoo?" katanya.

Meski bidang yang anda tekuni terlihat sepele, selalu ada jalan menuju sukses jika anda berada di jalur yang anda cintai.

8. Tentukan berapa banyak uang yang anda inginkan
Untuk kebanyak orang, Rp 1 miliar tidaklah cukup. "Untuk para Gen-X (generasi lahir di 70an) dan Gen-Y (generasi lahir di tahun 80an), pensiun dengan dana sebesar itu tidaklah cukup memenuhi gaya hidupnya, soalnya tingkat inflasi akan terus menggerogoti simpanan dana hari tua anda," kata Cartwood.

Setidaknya targetkan sekitar Rp 3 miliar, yang menurut Cartwood adalah dana yang ideal untuk seorang milyarder. Apalagi mengingat gaya hidup anak muda jaman sekarang, seperti kebutuhan rumah yang ideal, liburan ke luar negeri, biaya kuliah anak.

9. Berinvestasi secara terbalik
Maksudnya berinvestasi berlawan dengan kebanyakan investor, ini yang direkomendasikan oleh Corey. Ketika saham sedang turun, siapapun yang melakukan aksi beli berarti mendapat potongan harga. Aturan ini juga tidak hanya berlaku di saham saja, tetapi di sektor lainnya. "Beli rumah yang cukup besar, ajak teman anda untuk menyewa kamar maka anda akan punya pendapatan pasif," sarannya.

10. Hidup sederhana atau bahkan di bawah standar
Bahkan Eminem sekalipun, milyarder penyayi rap terkenal, banyak menahan diri dari membeli barang yang tidak perlu. Salah satu surat kabar di London pernah memberitakan, beberapa tahun lalu Eminem mempertimbangkan untuk beli jam tangan senilai Rp 135 juta, tapi ia membatalkan niatannya karena merasa uangnya lebih baik dipakai untuk keperluan lain.

"Saya tidak mau kehabisan uang, saya ingin putri saya bisa masuk perguruan tinggi," kata Eminem di surat kabar tersebut. Dengan begitu setidaknya Eminem bisa terlepas dari jeratan gaya hidup selebritas dunia yang serba hambur, seperti contohnya yang terjadi pada Aretha Franklin dan Annie Leibovitz.

Selain itu, Smith menyatakan, meski ia memiliki uang hingga jutaan dolar, tapi tidak banyak yang tahu mengenai hal itu, dan itu yang paling utama. Ia menyarankan minimal anda bisa menyimpan 10-25% pendapatan anda tiap bulan.

Ia juga menyarankan anda menghindari barang-barang 'prestise', yaitu barang-barang yang sebenarnya tidak perlu dibeli hanya karena anda ingin dapat status sosial yang terpandang di mata orang lain, seperti mobil mewah, peralatan elektronik terbaru, hingga rumah di daerah elit.

Sebenarnya, barang-barang mewah itu tidak membuat anda menjadi orang kaya, bahkan jika dipikir-pikir, justru barang-barang seperti itu yang membuat anda sulit menjadi orang kaya bahkan milyarder.

(ang/ang) 

Tuesday, March 13, 2012

Serba - Serbi Pasar Modal



Di pasar modal, kebanyakan orang merasa senang ketika harga saham naik, katanya itu adalah simbol kemakmuran. Sebaliknya, ketika harga saham turun, semuanya sedih, katanya itu adalah simbol kemunduran kemakmuran.

Pada tahun-tahun kenaikan harga saham, tak ada yang protes, semuanya asyik dengan prediksi mereka ke level berapa harga saham bisa menuju di akhir tahun. Pada tahun-tahun penurunan harga saham, semuanya memprotes, mereka menuntut pemerintah agar "bertindak / melakukan sesuatu."

Apa sebenarnya pasar modal?

Sederhananya, itu adalah tempat orang mengumpulkan modal agar bisa menjalankan usahanya tanpa perlu berhutang ke orang / institusi lain.

Mari kita ambil contoh, misalnya Anda adalah penjual eskrim, dan usaha Anda tampaknya menjanjikan. Dari tahun ke tahun omset terus menanjak, dan Anda ingin mengekspansi usaha Anda. Namun di dalam hati Anda, Anda sedikit khawatir dengan berhutang ke bank, sebab hutang ke bank adalah komitmen mati, Anda harus membayarnya tak peduli apapun yang terjadi dengan bisnis eskrim Anda. Jadi Anda memutuskan untuk berbagi resiko dengan orang lain ("untung sama-sama untung, rugi sama-sama rugi"). Maka Anda pun menggunakan pasar modal dan menerbitkan saham-saham baru untuk dijual kepada publik. Uang yang Anda dapatkan Anda gunakan untuk ekspansi bisnis, sebagai gantinya, kepemilikan Anda di perusahaan eskrim itu pun berkurang karena adanya pemegang saham tambahan (publik).

Setelah perusahaan Anda resmi go-public, dan saham-saham perusahaan Anda bebas ditransaksikan di pasar modal, orang-orang yang sebelumnya telah membeli saham Anda bisa menjual saham yang mereka beli di pasar modal. Harga ditentukan secara bebas oleh mereka di pasar.

Jadi ingat:
1. Kontribusi publik pada perusahaan go-public hanya terjadi 1 kali, yaitu saat IPO (Initial Public Offering), saat pemilik perusahaan menjual saham-saham baru ke publik. Setelah go-public, tak ada satu sen pun uang hasil transaksi di pasar modal yang masuk ke kas perusahaan go-public. Uang hanya bertukar tangan di antara orang-orang (publik) yang memperjual-belikan saham-saham yang sudah mereka beli. "Harga" yang diperdagangkan di pasar modal di antara orang-orang ini (publik) pun secara umum dipercayai mencerminkan "Nilai" perusahaan itu.

Jadi bila Anda baru saja mulai belajar jual-beli saham, jangan mempercayai propaganda bahwa dengan aktif melakukan jual-beli saham, Anda memberikan kontribusi tertentu kepada perusahaan-perusahaan publik, dan dengan demikian membantu pengembangan ekonomi negara atau masyarakat Anda. Kenyataannya adalah tak ada satu sen pun uang Anda yang masuk ke kantong perusahaan publik itu untuk ekspansi usaha mereka, kecuali Anda beli saat IPO.

Hal lainnya, tidak ada yang perlu dibanggakan ketika Anda membaca berita betapa banyaknya uang dari institusi asing yang masuk ke bursa saham Indonesia. Sama untuk mereka, tidak ada satu sen pun uang mereka yang masuk ke kantong perusahaan publik Indonesia, kecuali mereka beli saat IPO. Jadi "kontribusi" satu-satunya uang asing ini adalah kalau mereka membeli saham dari orang lokal yang ingin menjual. Sayang, bukannya orang lokal berhasil mengambil manfaat dari dana asing ini, kenyataannya adalah lebih sering orang lokal yang menjadi pembeli saham dana asing yang ingin menjual. Pembeli saham terbesar di akhir bubble biasanya adalah dana pensiun, asuransi, ibu-ibu rumah tangga, kelas menengah baru, ataupun mahasiswa kaya yang membeli saham berdasarkan nasehat investasi koran & majalah finansial yang mereka baca.

2. Orang-orang yang memperdagangkan saham tersebut (publik), tidak peduli jumlahnya sebenarnya sesedikit apa, merekalah yang menentukan harga saham, dan dengan demikian juga harga perusahaan. Katakanlah hanya ada 40% saham perusahaan eskrim Anda yang beredar di pasaran, tetapi harga 40% saham yang diperdagangkan ini mencerminkan juga sisa 60% saham yang tidak diperdagangkan oleh pemilik lainnya.

3. Ada resiko tertentu di usaha perusahaan yang hendak go-public. Bila tidak, pemilik perusahaan itu tidak akan pernah menawarkan saham baru ke publik. Bila prospek usahanya itu sedemikian luar biasa (bagus), mengapa tidak berhutang ke bank atau menjual surat hutang (obligasi) saja? Berhutang paling-paling membayar bunga 10 - 20%. Apalah artinya 10 - 20% biaya bunga bila dibandingkan dengan prospek ratusan atau ribuan atau jutaan persen keuntungan seandainya bisnis yang hendak mereka jual sedemikian bagus prospeknya?

Mengenai harga, siapa yang menentukannya? Bagaimana menentukannya? Dan apa efeknya?

Mari kita ambil contoh perusahaan eskrim tadi...
Misalnya untuk setiap lembar saham setelah dihitung-hitung akan mendapatkan keuntungan Rp 100 / lembar saham / tahun (EPS = Earning Per Share). Anda ingin menjual perusahaan eskrim ini, dengan harga berapa Anda bersedia menjual?

Sekadar perbandingan saja, sekarang bunga deposito adalah 8%, artinya dalam 12,5 tahun (100/8) bisa balik modal kalau bunganya tidak didepositokan kembali.

Tetapi Anda berpikir.. deposito uang pokoknya kan mati, gak bisa berkembang. Prospeknya stagnan.. sedangkan usaha eskrim Anda sedang menanjak, jadi harusnya ada orang yang akan bersedia membeli dengan imbal hasil balik modal awal lebih lama daripada 12,5 tahun.

Dengan untung per saham Rp 100, bila dijual dengan harga Rp 1250, maka pembeli saham baru tersebut akan menikmati potensi balik modal dalam jangka waktu yang sama kalau dia membeli deposito. Tetapi karena ada prospek pengembangan dalam bisnis eskrim ini, Anda pun optimis bisa menjual di harga, katakanlah 20 tahun untuk balik modal (Rp 2000), 20 x lipat untung tahunan saat ini. Anda bisa mencoba meyakinkan pembeli awal bahwa bila tidak ada kejutan, setelah ekspansi ini berhasil, untung per saham untuk tahun berikut bisa menjadi Rp 200, dan untuk tahun berikutnya lagi bisa menjadi Rp 300.. dan seterusnya.

Jadi walaupun dengan harga saat ini (Rp 2000), harga saham Anda tampak mahal, tetapi bila calon pembeli bersedia "berpikir jangka panjang," waktu yang diperlukan untuk balik modal akan menjadi lebih cepat daripada 12,5 tahun, mungkin dalam waktu 5-7 tahun sudah balik modal, karena di tahun-tahun berikut keuntungan per lembar saham sudah jauh di atas Rp 100.

(Perbandingan harga saham dengan keuntungan per saham = PER , Price Earning Ratio, untuk contoh di atas, dengan harga jual Rp 2000 dan EPS Rp 100, berarti PER nya = 20x)

KEYAKINAN orang atas potensi perusahaan-perusahaan go-public inilah yang menentukan harga saham, dan nilai kapitalisasi total perusahaan go-public di suatu negara.

(Ingat juga hal ini, tidak semua keuntungan perusahaan bisa dibagikan dalam bentuk dividen, jadi walaupun secara teoritis pembeli baru bisa balik modal dalam 5-7 tahun, tetapi itu bukan berupa cash money)

Di masa booming ekonomi, orang akan optimis terhadap masa depan, dan dengan demikian bersedia membayar PER yang lebih tinggi, sebab menurut mereka bisnis perusahaan yang mereka beli sedang dalam masa menanjak, omset akan terus bertambah, demikian juga dengan laba.

Di masa resesi ekonomi, pesimisme lebih kuat, orang-orang pun hanya bersedia membeli di PER yang lebih rendah, sebab mereka khawatir perusahaan yang mereka beli omsetnya akan menurun, dan dengan demikian laba pun menurun.

Mari kita ambil contoh:
Di masa booming, EPS perusahaan eskrim Anda tumbuh menjadi Rp 300. Orang-orang optimis akan perusahaan ini, dan mereka kemudian bersedia membeli di PER 20x, harga saham di pasar bisa menjadi Rp 6000 / lembar.

Di masa resesi, EPS perusahaan eskrim Anda turun menjadi Rp 100 kembali. Ditambah pesimisme orang akan prospek perusahaan ini, PER yang bersedia mereka bayar pun turun menjadi 10x, sekarang harga saham menjadi Rp 1000.

Dari Rp 6000 turun menjadi Rp 1000 (-83%) bagi sejumlah orang adalah hal yang kejam, jahat, dan mustahil, tetapi dalam siklus boom and bust ini bukanlah hal yang aneh. Contoh di atas sepenuhnya wajar, dan sudah sering terjadi.

Kebalikan dari siklus di atas, kalau harga naik dari Rp 1000 ke Rp 6000 (+500%) di masa booming perekonomian pun bukan hal yang aneh, bukti nyata ada di mana-mana, Anda hanya perlu mengecek harga saham di pasar modal negara Anda.

Saat SBY menjadi Presiden RI (2004), index harga saham di IHSG adalah sekitar 800-an. Selama 3 tahun berikut sampai 2007, bursa saham di mana-mana di seluruh dunia naik tajam, IHSG pun sempat naik sampai 2800 (sekitar 250%)


Suporter pemerintah berkomentar betapa pemerintahan ini berhasil memulihkan ekonomi negara, buktinya adalah harga saham naik terus! Kenyataannya harga saham naik terutama karena sentimen global, tak ada hubungan yang jelas dengan kinerja pemerintah...

Jadi kalau sekarang di masa kejatuhan IHSG pemerintah mengingkarinya dengan mengatakan fundamental kita sebenarnya bagus.. jangan panik.. ini cuma imbas kinerja bursa saham luar negeri, tidak ada hubungannya dengan kita, kita hanyalah korban...... apa yang mereka tunjukkan sebenarnya hanyalah bahwa mereka adalah orang-orang naif, pembohong, atau dua-duanya...! Sebab masa-masa kenaikan harga saham tahun-tahun sebelumnya pun sebenarnya hanyalah efek bursa global.

Tidak ada keanehan apapun kalau IHSG kembali ke level 800-an, sebab memang tidak banyak perubahan positif yang berhasil dilakukan pemerintahan ini. Siapa yang bisa mengatakan kalau kemiskinan penduduk RI saat ini lebih sedikit dibandingkan tahun 2004???

MANIPULASI PASAR, BISAKAH TERJADI?

Point (2) di atas adalah hal yang sangat penting. Harga yang diperdagangkan di pasar, tidak peduli betapa sedikitnya partisipan, adalah harga yang menjadi acuan semua orang.

Misalkan total saham perusahaan eskrim Anda ada 1 juta lembar. Yang Anda jual ke publik hanya 40% (400 ribu lembar). Dari 400 ribu lembar ini, hanya 100 ribu yang aktif diperdagangkan, karena sisa 300 ribu lembar lainnya dipegang oleh orang-orang konservatif, mereka membeli dan menyimpan sahamnya untuk jangka panjang.

100 ribu saham (10%) ini akan mempengaruhi nilai 90% lainnya!

Kalau ada sekelompok kecil orang terus melakukan short selling dan memaksa harga saham perusahaan ini turun ke level yang sangat rendah, nilai 90% saham yang lain semuanya terpengaruh. Sebaliknya, kalau sekelompok kecil orang "menggoreng" 10% saham di tangan mereka ke level yang sangat tinggi, 90% saham tersisa juga terpengaruh.

Ini berlaku tidak hanya untuk saham, semua yang diperdagangkan di pasar komoditi juga menggunakan sistem yang sama. Minyak, emas, perak, tembaga, nikel, timah, zinc, semua komoditi lainnya bisa digerakkan oleh segelintir orang untuk kepentingan mereka sendiri.

Pernahkah Anda heran mengapa kalung emas di leher Anda harganya berfluktuasi secara harian? Mengapa harga emas di pasar berjangka London dan New York, yang partisipannya hanyalah segelintir kecil orang, bisa mempengaruhi harga emas untuk setiap penduduk lainnya di muka bumi?

Dunia hari ini tidaklah sama dengan dunia kemarin. Apa yang kita sangka benar 100 tahun lalu, atau 50 tahun lalu, atau 10 tahun lalu, tidaklah pasti benar juga untuk hari ini. Mungkin sudah saatnya kita memikirkan kembali justifikasi harga di pasar modal / pasar komoditi. Sudah saatnya 90% partisipan pasif ikut menentukan harga yang tahun-tahun terakhir ini terus dikendalikan oleh 10% partisipan aktif......
sumber:http://pohonbodhi.blogspot.com

Wednesday, March 7, 2012

Seluk-Beluk Dividen



Selain memetik keuntungan dari kenaikan harga saham atau capital gain, investor saham juga bisa memetik keuntungan dari pembagian laba atau dividen yang dibagikan perusahaan. Namun, tidak semua perusahaan rajin membagikan dividen.
Di Indonesia, ada beberapa jenis perusahaan yang cukup royal membagikan dividen. Jenis perusahaan yang pertama adalah perusahaan plat merah atau badan usaha milik negara (BUMN).
Setiap tahun, hampir semua perusahaan BUMN yang telah tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) selalu membagikan dividen. Selain karena sebagian BUMN kinerja keuangannya bagus, mereka rajin membagikan dividen karena memang "ditodong" oleh pemerintah yang menjadi pemegang saham mayoritasnya.
Selain BUMN, perusahaan-perusahaan besar yang sudah mapan biasanya juga rajin membagikan dividen. Maklum, selain laba bersih perusahaan ini tinggi, perusahaan yang sudah mapan seperti ini biasanya juga tidak membutuhkan dana yang besar besar untuk ekspansi.
Di Indonesia, salah satu perusahaan yang terkenal rajin membagikan dividen adalah PT Unilever Tbk (UNVR).
Sebelum jauh, bentuk dividen sendiri sebenarnya ada beberapa jenis. Yang pertama adalah dividen tunai. Sesuai dengan namanya, dividen ini berupa uang tunai yang dibagikan kepada setiap pemegang saham. Dividen tunai ini biasanya dinyatakan dalam rupiah per saham. Misalnya, perusahaan A membagikan dividen Rp 25 per saham.
Selain dividen tunai, ada pula dividen saham. Artinya, bukannya uang tunai, perusahaan akan menerbitkan saham baru dan membagikannya kepada para investor yang menjadi pemegang sahamnya. Dividen ini sering disebut juga sebagai scrip dividend.
Dividen saham ini biasanya dibagikan oleh perusahaan karena ia tidak memiliki kas yang cukup untuk membagi dividen tunai. Besar dividen saham sendiri biasanya dinyatakan dalam fraksi atau pecahan dari sahamnya. Misalnya, perusahaan membagikan dividen 0,05 saham untuk setiap saham perusahaan tersebut. Artinya, jika Anda memiliki 1.000 saham, Anda akan memperoleh 50 saham?
Tidak semua investor yang memiliki saham suatu perusahaan berhak untuk memperoleh dividen yang dibagikan oleh perusahaan itu. Sebab, demi kerapian administrasi, perusahaan biasanya menentukan tanggal-tanggal tertentu untuk menentukan investor-investor yang berhak menikmati dividennya. Nah, agar tidak gigit jari, investor harus memperhatikan tanggal-tanggal penting itu.
JIka investor berniat memburu dividen suatu perusahaan, investor harus mencermati cum date dividen perusahaan itu. "Cum" berasal dalam bahasa Lain yang berarti "dengan" (dividen). Jadi, cum date adalah batas tanggal yang menentukan investor-investor yang berhak untuk memperoleh dividen. Artinya, hanya investor yang tercatat memiliki saham tersebut sampai dengan tanggal cum date yang berhak memperoleh dividen.
Ambil contoh PT ABC mengumumkan bahwa tahun ini ia akan membagikan dividen sebesar Rp 100 per saham. Cum date-nya adalah tanggal 20 Juni 2007.
Dalam kasus ini, artinya semua investor yang tercatat memiliki saham PT ABC sampai dengan tanggal 20 Juni 2007 itu berhak untuk memperoleh dividen yang dibagikan oleh PT ABC.
Karena aturan inilah, ada fenomena yang menarik menjelang cum date dividen suatu perusahaan. Sampai dengan cum date dividennya itu biasanya saham suatu perusahaan akan melonjak cukup tinggi. Ini terjadi karena para investor memburu saham perusahaan tersebut demi untuk memperoleh pembagian dividen. Jadi, menjelang pembagian dividen, investor bisa memperoleh keuntungan dobel, yakni dari kenaikan harga sahamnya dan pembagian dividennya.
Selain cum date, ada tanggal yang disebut sebagai ex-date. Investor yang membeli atau memiliki saham perusahaan mulai pada tanggal yang ditentukan sebagai ex-date ini tidak berhak untuk memperoleh dividen yang dibagikan oleh perusahaan.
Karena itulah, jika ingin memburu dividen, investor harus mencermati tanggal cum date dan ex-date dividen tersebut.?
Tentu saja investor lebih menyukai perusahaan yang royal dalam membagikan dividen. Untuk memilihnya, investor harus melihat rasio pembagian dividen perusahaan itu terhadap laba bersihnya. Namun, itu saja belum cukup. Investor juga harus melihat tingkat imbal hasil dividen atau dividend yield yang akan dibagikan oleh perusahaan tersebut. Semakin tinggi dividend yield, tentu semakin menguntungkan.
Untuk menentukan royal-tidaknya perusahaan dalam membagikan dividen, investor bisa menyimak rasio pembagian dividen atau dividend payout ratio. Rasio ini menunjukkan persentase dividen yang dibagikan terhadap laba bersih perusahaan. Jadi, rumusnya adalah: total dividen dibagi laba bersih atau dividen per saham dibagi dengan laba per saham.
Ambil contoh, tahun ini, perusahaan XYZ membagikan dividen Rp 50 per saham. Sementara, laba per saham atau earning per share-nya (EPS) Rp 100. Artinya, rasio pembagian dividen XYZ adalah 50% (= Rp 50 : Rp 100).
Semakin besar suatu perusahaan, biasanya ia akan semakin royal dalam membagikan dividennya. Atau, khusus untuk kasus di Indonesia, emiten-emiten saham badan usaha milik negara (BUMN) umumnya juga memiliki dividend payout ratio yang tinggi. Tahun ini, misalnya, sebagian besar BUMN membagikan dividen hingga 50% dari laba bersihnya.
Tapi, rasio pembayaran dividen saja tidak cukup. Agar keuntungan investor lebih maksimal, ia juga harus memperhatikan tingkat imbal hasil dividen atau dividend yield-nya. Rumusnya adalah nilai dividen per saham dibagi dengan harga per sahamnya di pasar (dividen per saham : harga per saham).
Ambil contoh perusahaan ABC membagikan dividen sebesar Rp 100 per saham. Jika harga saham ABC saat ini baru Rp 500, artinya dividend yield ABC adalah 20% (= Rp 100 : Rp 500 x 100%). Tapi, jika harga saham ABC sudah Rp 1.500 per saham, dividend yield-nya cuma 6,7%.
Dalam contoh ini, tentu saja kondisi pertama, saat harga saham ABC Rp 500 per saham, lebih menguntungkan buat investor daripada kondisi kedua. Jadi, sebelum mengejar dividen suatu perusahaan, lihat dulu berapa modal yang harus Anda keluarkan untuk membeli saham perusahaan itu.?
sumber:kontan.co.id

Tuesday, February 21, 2012

Utang Tak Terpakai Capai Rp 39,2 Triliun

JAKARTA, KOMPAS.com - Dana yang sebagian besar berasal dari pinjaman senilai Rp 39,2 triliun, tidak terpakai hingga akhir tahun 2011.

Sisa uang pinjaman itu tetap saja muncul, meskipun Kementerian Keuangan sudah membatalkan sebagian rencana penerbitan obligasi negara agar mencegah dana tersisa itu.
"Pembiayaan kelebihan Rp 39,2 triliun, karena defisit rupanya lebih rendah dari rencana semula 2,09 persen menjadi 1,27 persen," ujar Menteri Keuangan, Agus Darmawan Wintarto Martowardojo, di Jakarta, Kamis (5/1/2012).
Menurut Agus, defisit sebenarnya sempat mencapai 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), saat mendekati akhir Desember 2011. Namun, karena ada lonjakan penerimaan dari Direktur Jenderal Pajak dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, maka pada akhirnya hingga 30 Desember 2011 menurun ke level 1,27 persen.

"Selama Desember 2011, turun naiknya gerakan penerimaan dan belanja besar sekali," ujarnya.
Menurut Agus, dana tersisa ini akan masuk sebagai Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2011, yang nantinya digabungkan dalam pos anggaran Sisa Anggaran Lebih (SAL). SAL sendiri merupakan akumulasi Silpa dari tahun-tahun sebelumnya.

Penguasa Cadangan Batu Bara Dunia

VIVAnews - Data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan cadangan batu bara di Indonesia meningkat dari 21 miliar ton menjadi 28 miliar ton.
"Cadangan batu bara Indonesia 2-3 persen dari cadangan batu bara dunia," kata Direktur Pengusahaan Pembinaan Batu Bara Kementerian Energi, Edy Prasodjo, di Jakarta.

Edy menjelaskan, cadangan batu bara Indonesia paling banyak tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Cadangan terbukti batu bara di Sumatera sebanyak 3,4 miliar ton, dan cadangan terkira 11,3 miliar ton. Sementara itu, untuk Pulau Kalimantan, cadangan terbukti batu bara sebanyak 6,8 miliar ton dan cadangan terkira 6,4 juta ton.

"Kualitas batu bara di Sumatera itu kalori rendah sedang, sedangkan di Kalimantan itu kalorinya menengah tinggi," ujarnya.

Untuk total sumber daya batu bara --endapan batu bara yang diharapkan dapat dimanfaatkan-- selama 2011, naik dari 105 miliar ton pada 2010 menjadi sebanyak 161 miliar ton yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. "Ada data-data baru dari banyak perusahaan yang masuk, termasuk eksplorasi baru," paparnya.

Secara global, cadangan batu bara Indonesia baru mencapai 2-3 persen dari cadangan dunia 826 miliar ton. Cadangan terbesar berada di benua Amerika Utara sebanyak 246 miliar ton, diikuti Rusia 147 miliar ton, dan China 115 miliar ton.

Setelah itu, terdapat Australia yang memiliki cadangan batu bara sebanyak 76 miliar ton, diikuti India 59 miliar ton, benua Eropa 50 milar ton, Afrika 32 miliar ton, Afrika 32 miliar ton, dan di posisi terakhir benua Amerika Selatan sebanyak 15 miliar ton. (art)
• VIVAnews

Malaysia Haramkan Perdagangan Valas

Dewan Fatwa Nasional Malaysia mengeluarkan larangan perdagangan valas atau forex trading individual bagi kaum muslim. Badan syariah tertinggi Malaysia itu menilai, forex trading melanggar ajaran Islam.

Menurut Dewan Fatwa Nasional Malaysia, perdagangan valas oleh money changer atau antar bank masih diperbolehkan, namun perdagangan valas individu dinilai bisa menimbulkan kekacauan pada keyakinan.

"Ada banyak perdebatan tentang itu (forex trading) dan itu melibatkan individu-individu yang menggunakan internet dengan akibat yang tidak pasti," ujar chairman Dewan Fatwa Nasional, Abdul Shukor Husin sebagaimana dilaporkan Bernama dan dikutip dari AFP, Kamis (16/2/2012).

"Sebuah studi oleh komite menemukan bahwa perdagangan tersebut melibatkan spekulasi mata uang yang kontradiksi dengan ajaran Islam," tambahnya.

Pejabat Dewan yang dikonfirmasi lebih lanjut mengenai aturan tersebut tidak memberikan detail. Yang pasti, ajaran Islam melarang adanya spekulasi dan riba.

Malaysia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Sebanyak 60% dari total 28 juta penduduk Malaysia adalah muslim dan menjadi subyek dari UU syariah dalam penerapan kehidupan sosialnya. Pada tahun 2008, Dewan Fatwa Nasional Malaysia melarang yoga untuk kaum muslim karena bisa mengurangi keyakinan.

Aturan tersebut memicu protes dari kaum muslim moderat, sehingga Perdana Menteri Malaysia ketika itu, Abdullah Ahmad Badawi menyatakan, muslim tetap bisa melakukan yoga sepanjang tidak ada elemen spiritual Hindu di dalamnya.

Tuesday, February 14, 2012

Nazaruddin Borong Saham Garuda, Ini Tanggapan Bapepam

Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengaku tidak bisa mendeteksi pihak mana saja yang menjadi pembeli saham perdana PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Pasalnya, pada dasarnya semua pihak bebas membeli saham.

"Setiap pembelian saham terutama pada saat IPO itu kan underwriter biasanya memberikan formulir kemudian diisi dan nanti underwriter mendistribusikan sesuai penjatahan," kata Ketua Bapepam Nurhaida di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (14/2/2012).

Setelah itu, kata Nurhaida, dilaporkan oleh underwriter mengenai identitas si pembeli dan pemesan sehingga ketahuan pihak mana saja yang menjadi pemegang saham sebuah emiten baru.

"Nanti di Bapepam dilihat siapa pemegang sahamnya, kita tidak tahu apakah ada nama-nama tertentu, karena pada dasarnya siapapun boleh beli saham ya," tambahnya.

Bapepam juga tidak bisa mengetahui pihak-pihak yang ada di belakang si pemegang saham tercatat di Garuda. Maka dari itu, pihaknya belum bisa melakukan apa-apa terkait pembelian saham yang dilakukan tersangka kasus wisma atlet M. Nazaruddin di Garuda.

"Kalau ada pihak-pihak tertentu itu prosesnya akan berbeda dan sampai saat ini tidak ada pengaduan ataupun tidak ada hal-hal yang disampaikan kepada Bapepam secara formal, secara resmi, sehingga kita belum melakukan tindakan apa-apa, kecuali nanti ada permintaan dari pihak-pihak yang berwenang untuk melihat semacam pemeriksaan nanti berangkat dari situ," ujarnya.

Seperti diketahui, keuntungan perusahaan Nazaruddin dari 'menggiring' proyek-proyek pemerintah memang cukup fantastis. Menurut Wakil Direktur Keuangan Permai Grup Yulianis, pada 2010 perusahaan milik Nazaruddin itu memperoleh keuntungan sekitar Rp 200 miliar dari proyek senilai Rp 600 miliar.

Nah, karena kentungan yang begitu banyak itu, uangnya dibelikan saham Garuda oleh lima anak perusahaan Permai Grup. Total pembelian saham Garuda itu Rp 300,8 miliar, itu semua dari keuntungan proyek.

Rinciannya, PT Permai Raya Wisata membeli 30 juta lembar saham senilai Rp 22,7 miliar, PT Cakrawaja Abadi 50 juta lembar saham senilai Rp 37,5 miliar, PT Exartech Technology Utama sebanyak 150 juta lembar saham senilai Rp 124,1 miliar, PT Pacific Putra Metropolitan sebanyak 100 juta lembar saham senilai Rp 75 miliar, dan PT Darmakusuma sebanyak 55 juta lembar saham senilai Rp 41 miliar.

Akibat tindakan pencucian uang ini, sebelumnya, Nazar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencucian uang perkara wisma atlet yang aliran dananya dialihkan untuk membeli saham Garuda Indonesia. Nazaruddin dijerat dengan pasal 12 huruf a subsidair pasal 5 dan 11 UU Tipikor dan juga pasal 3 atau pasal 4 junto pasal 6 UU no 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.
(ang/hen)
sumber:detik.com

Industri Pasar Modal Mampu Dorong Infrastruktur

Oleh: Agustina Melani
Industri pasar modal dinilai berkemampuan untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

Pasar modal dinilai mampu menyediakan solusi pembiayaan jangka panjang dan berbiaya rendah dengan cepat melalui penerbitan obligasi dan penawaran sebagian saham ke publik. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Harry Supoyo dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (14/2/2012). "Kami akan mendorong industri pasar modal untuk mengambil peran yang lebih besar, termasuk aktif mengedukasi para stakeholder mengenai pentingnya pengembangan infrastruktur bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Harry.

Upaya itu, katanya, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi publik dan investor yang lebih luas.

Sementara itu, Chief Economist grup Mandiri Destry Damayanti menuturkan, masuknya Indonesia ke dalam peringkat layak investasi perlu diiringi dengan percepatan pembangunan infrastruktur. Dukungan regulasi terkait pengadaan lahan juga perlu diperkuat untuk memberikan kepastian bagi investor. Hal ini harus dimanfaatkan dengan mengajak investor dalam pembangunan infrastruktur. "Pembenahan infrastruktur sangat penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi," tambah Destry.

Saat ini pasar modal Indonesia menghadapi tantangan untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Grup Mandiri Sekuritias menyelenggarakn seminar bertemakan Playing the trump cards:domestic demand,investment grade and infrastructure, hari ini. Seminar ini membahas perkembangan perekonomian global terkini serta dampaknya terhadap kinerja ekonomi domestik dan arah kinerja pasar modal. [cms]
sumber:inilah.com

Sumber SDA Banyak, Investor Berlomba ke Indonesia

Oleh: Dian Ichsan Siregar
Banyaknya Sumber Daya Alam (SDA) dan ekonomi yang tumbuh cepat memberikan pondasi yang kuat dalam membangun serta menarik investor-investor yang baru.

Hal ini disampaikan oleh Country Director Oxford Business Group (OBG) Maria Merono pada acara 'The Lounch of Report Indonesia 2012' di Jakarta, Selasa (14/2/2012). "Untuk mitra kami memiliki pemahaman yang menyeluruh atas perubahan ekonomi yang ada di Indonesia, dan masukan mereka tak diragukan lagi telah memperkuat publikasi kami," ujarnya.

Selain itu pun, laporan ekonomi paling baru juga menganalisa secara rinci rencana pemerintah dalam mengembangkan sektor pertanian yang ada di Indonesia. Nantinya bagian tersebut upaya untuk mengatasi masalah impor pangan yang tinggi.

Ada pun beberapa tinjauan terntang perkembangan terbaru dalam industri kunci Indonesia di antaranya minyak sawit dan meningkatkan segmen perikanan. [cms]
sumber:inilah.com

Saturday, February 11, 2012

Reksa Dana Pendapatan Rupiah: Prospek 2012

Geliat Reksa Dana pendapatan tetap kembali meningkat terkait tingginya imbal hasil obligasi pemerintah dalam rupiah atau SUN (Surat Utang Negara). Mengutip informasi dari Infovesta berupa Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap, pertumbuhan jenis reksa dana ini selama 2011 sebesar 12,32 persen. Indeks ini menunjukkan rata-rata pertumbuhan imbal hasil dari reksa dana pendapatan tetap yang ada di Indonesia. Walaupun cukup tinggi, kinerja indeks imbal hasil ini masih di bawah pertumbuhan imbal hasil dari SUN selama 2011. Parameter pergerakan obligasi pemerintah SUN dapat dicermati melalui indeks yang disebut HSBC IDR Bond Index. Indeks merupakan indeks yang merata-ratakan pergerakan harga dari obligasi SUN yang telah diterbitkan pemerintah. Berdasarkan indeks tersebut, SUN selama 2011 mencatatkan kenaikan 21,3 persen.

Besarnya imbal hasil dari reksa dana pendapatan tetap ini cukup menggembirakan karena jenis reksa dana ini menjadi alternatif investasi mengingat reksa dana saham menunjukkan kinerja yang kurang menggembirakan terutama diakibatkan oleh pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya 3,2 persen. Menganalisa prospek reksa dana pendapatan tetap pada 2012 tak lepas dari analisa prospek pertumbuhan obligasi pemerintah SUN maupun obligasi korporasi karena dua instrumen ini adalah instrumen investasi utama dari reksa dana pendapatan tetap.

Kinerja SUN 2011 sebagai motor utama RD Pendapatan Tetap

Selama 2011, obligasi pemerintah SUN mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan. Kenaikan pada 2011 ini melanjutkan sukses kenaikan pada tahun 2009 dan 2010 yang masing-masing naik 21,1 persen dan 22,4 persen.

Berbeda dengan kenaikan obligasi pemerintah SUN pada tahun 2009 dan 2010 yang dimotori oleh pembelian investor asing. Para investor asing membeli obligasi pemerintah SUN sebesar Rp 20 triliun pada tahun 2009 dan Rp triliun di tahun 2010. Di tahun 2011, investor asing tetap mencatatkan pembelian bersih (net buy) obligasi pemerintah SUN sebesar Rp 27 triliun, tetapi jumlah ini masih di bawah net buy yang dilakukan oleh BI (Bank Indonesia) sebesar Rp 43 triliun. Oleh karena itu, BI menjadi institusi yang paling aktif menjadi pembeli SUN di 2011. Pada tahun 2011 ini, bank dan reksa dana tercatat sebagai pihak yang mencatatkan penjualan terbesar obligasi pemerintah SUN yaitu masing-masing sebesar Rp 5 triliun dan Rp 4 triliun. Pada tahun 2011 ini, dana pensiun juga tercatat sebagai pihak yang mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 2 triliun.

Pada sisi lain, kenaikan obligasi pemerintah SUN pada 2011 ini mengkokohkan kinerja obligasi pemerintah Indonesia menjadi obligasi dengan kinerja terbaik di antara negara-negara utama Asia yaitu Cina (5 persen), Malaysia (5 persen), Thailand (5,1 persen), Korea Selatan (6,3 persen), Singapura (6,5 persen), dan Philipina (12,8 persen). SUN juga mencatkan kinerja terbaik di antara negara-negara utama Asia dalam hal rata-rata pertumbuhan dalam 8 tahun terakhir. Dalam kurun waktut tersebut, obligasi pemerintah SUN telah tumbuh sekitar 16 persen.


Faktor positif penggerak SUN di 2012

Sebagai underlying asset utama dari reksa dana pendapatan tetap, obligasi pemerintah SUN diprediksi tetap akan tumbuh positif pada 2012 ini. Ada tiga faktor yang diharapkan dapat mengangkat harga SUN.

Faktor pertama penggerak SUN di 2012 adalah dinaikkannya peringkat utang Indonesia oleh Fitch dan Moddy’s menjadi Peringkat Layak Investasi (Investment Grade Rating). Kenaikan peringkat ini terbukti telah menurunkan persepsi risiko Indonesia yang terefleksi dari turunnya CDS (Credit Default Spread), turunnya imbal hasil SUN dan meningkatnya arus modal asing. Dalam hal penurunan CDS, sehari setelah pengumuman peningkatan peringkat oleh Fitch pada 15 Desember 2012, CDS 5 tahun langsung turun 5 point. Secara keseluruhan CDS sebelum kenaikan peringkat oleh Fitch berada pada posisi 225, namun dengan kenaikan peringkat Indonesia oleh Moddy’s pada 18 Januari 2012, CDS Indonesia berada pada 190.

Prospeks SUN di 2012 juga akan cerah dengan mempertimbangkan kebijakan BI yang melakukan pembelian SUN dalam rangka menjaga kestabilan harga SUN. Kebijakan ini berdampak sangat positif terutama ketika pertengahan September 2011 ketika harga obligasi pemerintah SUN anjlok akibat arus dana keluar (outflow) yang besar berkait dengan krisis Eropa yang memburuk. Selain itu, kebijakan BI untuk membeli SUN ini dimaksudkan untuk menggantikan instrumen kebijakan moneternya dari SBI (Sertifikat Bank Indonesia) menjadi SUN.


Sentimen Negatif SUN di 2012
Terlepas dari sentimen positif bagi SUN untuk menguat di tahun 2012, terdapat faktor-faktor yang potensial menjadi sentimen negatif buat pasar SUN. Faktor tersebut adalah kekhawatiran inflasi, berlanjutnya krisis Eropa dan besarnya rencana penerbitan SUN baru oleh pemerintah di tahun ini.

Bahaya inflasi menjadi faktor yang sangat diperhitungkan oleh pelaku pasar obligasi. Ini terutama berkaitan dengan rencana pemerintah untuk memberlakukan pembatasan konsumsi bahan bakar bersubsidi ataupun kenaikan harga bahan bakar bersubsidi. Apapun kebijakan yang diambil pemerintah berkaitan dengan bahan bakar tersebut akan berdampak signifikan terhadap angka inflasi. Berdasarkan perhitungan skenario asumsi pembatasan ataupun kenaikan harga, inflasi diprediksi akan melonjak hingga sekitar 5,5 persen -6 persen. Proyeksi inflasi sebesar ini akan memicu BI untuk menurunkan tingkat inflasi dengan menaikkan BI Rate. Kenaikan BI Rate akan mendorong kenaikan imbal hasil SUN yang juga berarti harga SUN akan melemah.

Krisis Eropa yang belum menunjukkan solusi komprehensif juga berpotensi sebagai faktor pengambat rally harga Obligasi Pemerintah SUN. Kejadian di bulan September 2011 dimana terjadi sudden reversal outflow akibat memburuknya krisis Eropa menjadi indikator penting bahwa investor asing masih menjadi salah satu pihak yang dominan dalam kepemilikan SUN. Pada akhir Juli 2011, kepemilikan asing sempat menyentuh Rp 248,87 triliun tetapi kemudian di akhir September anjlok menjadi Rp 218,1 triliun.

Berkaitan dengan rencana penerbitan obligasi pemerintah baru oleh pemerintah dalam hal ini DJPU (Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Negara), besarnya penerbitan dikhawatirkan akan mengakibatkan pasar obligasi kebanjiran pasokan sehingga mendorong harga terkoreksi akibat terbatasnya permintaan (demand). Pada tahun 2012 ini pemerintah akan menerbitkan obligasi baru dengan nilai total Rp 240,4 triliun. Namun demikian, total netto penerbitan obligasi pemerintah pada 2012 (setelah dikurangi obligasi pemerintah yang akan jatuh tempo) sebesar Rp 134,6 triliun. Penerbitan obligasi baru ini untuk menutup defisit anggaran 2012 sebesar 1,5 persen dari GDP atau sebesar Rp 124 triliun. Kekhawatiran kelebihan supply ini mengacu kepada survei demand Obligasi Pemerintah 2012 yang dilakukan oleh Kementrian Keuangan dimana total demand adalah Rp 84,5 triliun. Ini artinya terdapat perbedaan yang cukup besar antara supply and demand dari obligasi pemerintah yang dapat menyebabkan harga obligasi turun.

Obligasi Korporasi sebagai alternatif untuk mendapat yield yang tinggi bagi Reksa Dana Pendapatan Tetap


Mengingat imbal hasil obligasi pemerintah yang sudah cukup rendah, minat investor untuk berinvestasi pada reksa dana pendapatan tetap dikhawatirkan akan menurun di 2012. Sebagai informasi, obligasi pemerintah SUN yang menjadi benchmark 10 tahun memberikan imbal hasil hanya 5,3 persen atau 5,03 persen setelah dipotong pajak. Sementara itu untuk obligasi pemerintah SUN bertenor 5 tahun, 15 tahun dan 20 tahun masing-masing memberikan imbal hasil 4,65 persen, ,8 persen dan 6,25 persen sehingga net imbal hasil setelah dipotong pajak adalah 4,42 persen, 5,5 persen dan 5,94 persen. Rendahnya imbal hasil ini salah satunya dapat disiasati dengan menambah alokasi pada obligasi korporasi.

Obligasi korporasi masih memberikan imbal hasil yang cukup menarik. Obligasi korporasi dengan peringkat AAA masih memberikan selisih imbal hasil (yield spread) sebesar 273 basis poin (bps). Yield spread obligasi korporasi ini melebar cukup siginifikan pada bulan Oktober. Pada akhir September yield spread masih pada kisaran 229 bps. Sementara itu untuk obligasi korporasi dengan peringkat lebih rendah memberikan yield spread yang sangat menarik. Posisi per akhir Januari 2012, rating A+ mampu memberikan yield spread 406 bps dan rating A- masih memberikan yield spread 505 bps. Ini berarti bahwa untuk Obligasi Korporasi dengan tenor 5 tahun yang memiliki rating A+ mampu memberikan imbal hasil sekitar 8,48 persen sedangkan Obligasi Korporasi dengan tenor yang sama namun dengan rating A- mampu memberikan imbal hasil 9,7 persen.

Oleh karena itu secara umum, prospek reksa dana pendapatan rupiah cukup baik pada tahun 2012 ini mengingat potensi imbal hasil yang menarik bagi investor. Imbal hasil tersebut bersumber dari potensi penguatan harga obligasi SUN dan obligasi Korporasi yang masih memberikan suku bunga yang menarik. Obligasi SUN masih berpotensi menguat mengingat Indonesia memperoleh kenaikan peringkat utang menjadi Investment Grade Rating dari Fitch and Moddy’s dan berkaitan dengan kebijakan BI untuk membeli SUN sebagai instrumen kebijakan moneternya. Pada sisi lain, kekhawatiran pelemahan harga obligasi pemerintah SUN akibat inflasi tereduksi karena pembeli utama SUN adalah investor asing yang tidak terekspos risiko inflasi Indonesia. Selain itu kekhawatiran pelemahan harga obligasi pemerintah SUN akibat oversupply juga akan tereduksi karena kebijakan BI yang akan tetap membeli SUN sebagai instrumen moneternya pengganti SBI. (Penulis : Syuhada Arief - VP Investment PT. CIMB-Principal Asset Management)

Friday, February 10, 2012

'Investment Grade' Indonesia Tarik Minat Investor Jepang

Bank Indonesia (BI) menyatakan, status investment grade yang berhasil diraih oleh Indonesia mampu menarik minat beberapa investor Jepang.


"Investor Jepang menilai bahwa perekonomian Indonesia saat ini lebih baik daripada Filipina dan Vietnam," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Difi A Djohansyah di Gedung BI, Jakarta, Rabu (8/2).
Namun, lanjut Difi, status investment grade yang baru saja diperoleh dari dua lembaga pemeringkat, yaitu Moody's Investrors Service dan Fitch Ratings, tidak lantas mengundang lebih banyak dana asing masuk ke Indonesia.
"Status investment grade tidak serta merta membuat dana asing masuk lebih banyak. Tapi paling tidak, kita bisa jadi lebih percaya diri," kata Difi.

Menurut Difi, ada aspek lain yang ikut mempengaruhi ketertarikan para investor Jepang, khususnya yang terkait dengan perbaikan kondisi perekonomian Indonesia saat ini. "Secara spesifik, dampak investment grade bagi Indonesia memang belum bisa diketahui. Masih bergantung pada kepercayaan para investor asing terhadap situasi perekonomian global," kata Difi.

Difi menambahkan, minat para investor asing tersebut juga dipengaruhi oleh semakin kuatnya fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai sudah bisa disejajarkan dengan negara-negara anggota BRIC (Brasil, Rusia India dan China).

"Sebenarnya, sebelum krisis global melanda, Indonesia memang sudah pantas menerima status investment grade," kata Difi.
Redaktur: Ramdhan Muhaimin
Sumber: Antara

Jepang Berminat Investasi ke Startup Indonesia

Perkembangan industri startup di Indonesia kian prospektif seiring dengan makin banyaknya anak muda yang terjun ke bisnis ini. Tidak sedikit startup yang baru terbentuk kemudian menjadi incaran para investor dari luar negeri.

Calvin Kizana, pemilik layanan direktori Menoo!, mengungkapkan startup Indonesia menjadi incaran para investor asal Jepang. »Mereka sangat antusias dengan perkembangan startup Indonesia,” katanya di Jakarta, Kamis, 9 Februari 2012.

Menurut Calvin, para investor Jepang melihat Indonesia adalah pasar yang besar untuk tumbuhnya industri startup. »Mereka seperti ingin menandingi Korea yang kini dengan gencar masuk ke Indonesia,” katanya.
Untuk semakin menumbuhkan industri ini sejumlah pendiri startup yang sudah eksis bergabung dalam sebuah konsorsium bernama Project Eden. »Ini adalah tempat kami menginkubasi berbagai gagasan untuk dijadikan startup,” katanya.
Calvin mengatakan Project Eden akan menerima berbagai gagasan dan kemudian menyeleksi mana yang layak untuk kemudian diinkubasi menjadi sebuah startup. »Kami memberikan mentoring selama 3 sampai 4 bulan,” kata Calvin yang juga mentor di Project Eden.

Menurut Calvin, Project Eden akan memberikan fasilitas pendanaan untuk pengembangan gagasan yang masuk hingga menjadi sebuah startup. Bahkan, kalau penggagasnya sudah mempunyai pekerjaan tetap, Project Eden akan memberikan semacam gaji pengganti sebagai kompensasi untuk menseriusi  pengelolaan startup.

Salah satu proyek yang sudah dihasilkan Project Eden adalah Spotdokter yang memberikan layanan informasi kesehatan melalui telepon seluler. Spotdokter digagas oleh tiga orang dokter muda, yakni Mendy Candella, Pascal Christian, dan Jaka Pradipta. »Sekarang tinggal kami tawarkan ke investor,” kata Calvin.
Calvin menambahkan banyak investor dari Indonesia yang menanamkan modalnya di industri startup. Calvin menyebut Kelompok Bakrie termasuk yang berminat masuk dalam bisnis ini. »Sebaiknya startup ini dimiliki investor Indonesia, jangan semua dimiliki asing,” katanya.
IQBAL MUHTAROM
sumber:http://id.berita.yahoo.com/jepang-berminat-investasi-ke-startup-indonesia-104005468.html

AS Boyong 35 Perusahaan untuk Investasi di Indonesia


Ramdhania El Hida - detikFinance
Jakarta - Amerika Serikat (AS) membawa 35 perusahaan ke Indonesia untuk melakukan misi perdagangan dan investasi pekan ini. Para anggota delegasi US ASEAN Business Council bertemu dengan pemerintah yang dipimpin Wakil Presiden Boediono dan pemimpin bisnis Indonesia untuk fokus pada pengembangan sektor infrastruktur, energi, dan jasa keuangan.

"Kita berbicara dengan pihak Indonesia untuk mempromosikan apa yang akan kita lakukan. Minggu ini kita punya delegasi 35 perusahaan dari berbagai sektor, berbicara dengan pemerintah secara konkret bagaimana meningkatkan perdagangan dan peluang investasi," ujar Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (10/2/).

Scot menjelaskan perusahaan-perusahaan besar AS, seperti Caterpillar, General Electric, dan Chevrolet datang ke Indonesia menjajaki kemungkinan peningkatan perdagangan dan investasi di Indonesia. Tidak hanya itu perusahaan-perusahaan AS dan Indonesia bisa menemukan solusi yang menguntungkan untuk penggunaan teknologi.

"Jadi bagaimana kita bisa menemukan solusi win-win untuk penggunaan teknologi, perdagangan, dan investasi. Pada akhirnya bisa meningkatkan lapangan kerja," jelasnya.

Departemen Energi AS, US Overseas Private Investment Corporation, dan Badan Pengembangan Perdagangan turut serta dalam diskusi bersama perusahaan-perusahaan Indonesia guna mendukung studi kelayakanan dan investasi proyek energi dan infrastruktur di Indonesia. Bahkan pada minggu ke-2 Februari tersebut, Direktur Exim Bank AS Patricia Loui akan melakukan pertemuan dengan pengusaha dan pemerintah untuk membahas kredit USD 1 miliar untuk berbagai proyek.

Menurut Scot, pihaknya mengharapkan peningkatan perdagangan dan investasi yang signifikan dari kemitraan AS-Indonesia. Dari Januari hingga November 2011, ekspor Indonesia ke AS mencapai USD 17,7 miliar dan impor Indonesia dari AS mencapai USD 6,7 miliar sehingga Indonesia surplus perdagangan USD 11 miliar dari AS.

"Indonesia surplus sangat besar, kita tidak komplain itu tapi itu kenyataannya. Pertumbuhannya kita harapkan tidak jauh dari nilai tersebut," ujarnya.

Namun, Scot tidak berani menjamin investasi AS akan mengalir lancar ke Indonesia dengan adanya krisis ekonomi global. Meskipun, lanjutnya, Indonesia dianggap investor Amerika merupakan tempat yang baik untuk menempatkan uang apalagi dengan peringkat investasi yang baru diterima Indonesia.

"Krisis global mempengaruhi perdagangan dan pertumbuhan. Namun perusahaan AS sudah meraih keuntungan dari tahun lalu dan akan menempatkan uangnya di tempat yang menguntungkan" pungkasnya.

(nia/ang)

Click Button Below to Save As PDF

Pertumbuhan PDB per kapita (% tahunan)

Template by : kendhin x-template.blogspot.com