Loading

LAKBAN / OPP TAPE MURAH DAN KUAT

Showing posts with label Economy. Show all posts
Showing posts with label Economy. Show all posts

Tuesday, October 8, 2013

Buffett: Utang AS sama dengan kengerian bom nuklir


WASHINGTON. Investor kawakan, Warren Buffet menyamakan kebuntuan finansial yang menimpa Washington dengan perang nuklir.
"Keluar dari krisis ini, Amerika harus mengambil sebuah pelajaran besar," ujar Buffet.
Menurutnya, kebuntuan plafon utang haram hukumnya dijadikan sebagai sebuah senjata. Pernyataan ini ditujukan untuk politikus yang berseberangan dengan Barack Obama, yakni Partai republik.
"Ini seperti bom nuklir. Terlalu mengerikan untuk digunakan," lanjut Chief Executive Officer (CEO) Berkshire Hathaway itu .

Saturday, October 5, 2013

Pemerintahan AS Tutup, Anwar Nasution: Indonesia Bisa Muntah Darah

Jakarta - Berhentinya pemerintahan Amerika Serikat (AS) karena anggaran habis bisa berdampak buruk ke Indonesia. Seperti apa kira-kira dampaknya?

"Pemerintah AS shutdownkita bisa muntah darah," ucap Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Anwar Nasution ditemui usai Diskusi Bank Dunia di Universitas Paramadina di Energy Tower, SCBD, Jumat (4/10/2013).

Kata mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini, perekonomian AS sangat berpengaruh besar terhadap pasokan ekspor dari China.

"Nah China itu ekspornya perlu batubara, gas dan bahan baku lainnya dari Indonesia, nah ini besar sekali dampaknya bagi Indonesia," kata Anwar.

Tapi menurut Anwar pemerintah Indonesia sampai saat ini belum juga mengambil langkah antisipasi .

"Antisipasi dari pemerintah? itu tidak ada," tutupnya.

(rrd/ang) http://finance.detik.com

Wednesday, September 11, 2013

Dolar Naik, Kita Masih Terlalu Berorientasi Impor

Rupiah terus melemah sejak beberapa waktu terakhir. Bahkan, pertengahan Agustus lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar tembus angka Rp10 ribu per dolar AS dan terus melemah hingga menyentuh Rp12.000 per dolar AS. Harga-harga barang yang bersentuhan dengan kegiatan impor pun merangkak naik.

Mantan Presiden RI, Bacharuddin Jusuf Habibie, angkat suara mengenai pelemahan rupiah ini. Di masa dia memimpin negeri ini, rupiah pernah menguat dari kisaran Rp17 ribu menjadi sekitar Rp6.500 per dolar AS.

Empat Paket Stimulus Terbukti Bermanfaat


Jakarta, 10/09/2013 MoF (Fiscal)News - Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menilaiempat paket stimulus yang dirilis oleh pemerintah beberapa waktu yang laluterbukti bermanfaatdi tengah koreksi pertumbuhan yang harus dilakukan pemerintah.
Menkeu menyebut bahwa koreksi angka pertumbuhan ekonomi 2013 dari 6,3 persen menjadi 5,9persen memang ditujukkan untuk mengurangi defisit transaksi berjalanDan oleh sebab itu,paket kebijakan pemerintah cocok untuk mengantisipasi koreksi pertumbuhan. Makanya jangangalak-galak bilang kalau paket pemerintah itu enggak ada gunanya. Sekarang kelihatan kalaupemerintah itu sudah siapkan,” jelas MenekuSenin (9/9).
Menkeu menyatakan bahwa selain mengatasi defisit transaksi berjalanpaket kebijakan yangdirilis tersebut juga efektif untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi. “Kita tahu yang dariekspor agak slowdownkemudian dikasih insentif fiskal PPh 25 persen supaya tenaga kerja tidakdi-PHK karena pertumbuhan yang slowdown,” kata Menkeu.
Menkeu juga menjelaskan bahwa apabila defisit transaksi berjalan dapat diminimalisirmakasecara otomatis rupiah juga akan segera menguatKalau itu (defisitturun, kalian enggak akantanya ke saya tiap hari berapa (nilai tukar) rupiah. Jadi kalau itu enggak pentingkita antisipasi,” kata Menkeu. (nic)
sumber:kementrian keuangan RI

Friday, June 28, 2013

Produksi Kopi, Indonesia Berpotensi Geser Vietnam


Sebagai negara penghasil kopi terbesar ketiga setelah Brasil dan Vietnam, Indonesia memiliki potensi untuk menyusul posisi Vietnam apabila melakukan intensifikasi perkebunan kopi guna meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi. 

Tuesday, June 25, 2013

Kota-kota Miliuner Baru Tumbuh Subur di China


 Selama ini para investor Barat hanya mengenal Beijing dan Shanghai sebagai kota para miliuner di China. Tapi ternyata, ada kota-kota lainnya yang jadi rumah para miliuner baru di negara tersebut.

Kota ini mungkin tidak familiar di telinga orang Barat maupun Asia. Namun kota-kota ini menjanjikan banyak peluang bagi para pebisnis untuk memulai usahanya.

Thursday, June 20, 2013

FACTS OF INDONESIA | SOUND ECONOMY


With the GDP expected to reach US$ 1trillion this year, Indonesia is the largest economy in Southeast Asia.  Much less affected by the global financial crisis compared to its neighboring countries, Indonesia’s economy grew by 6.3% in the first semester of 2012, making it the fastest growing G20 economy after China. Indonesia grew by 6.5% in 2011and is expected to grow by 6.3% this year, providing a case for the country’s inclusion in the so-called BRIC economies.  Future economic expansion is expected to include more inclusive growth as nominal per-capita GDP is expected to quadruple by 2020, according to a Standard Chartered report.
 
A large part of our economic success is a result of prudent fiscal stewardship that focused on reducing the debt burden. Indonesia’s debt to GDP ratio has steadily declined from 83% in 2001 to less than 25% by the end of 2011, the lowest among ASEAN countries, aside from Singapore which has no government debt. 
 
As a result, by early this year, Moody’s and Fitch had uplifted Indonesia’s credit rating to investment grade status. The rating reflects Indonesia’s resilience to the global financial crisis, improving government and external credit-metrics, and an ability to manage domestic political challenges to the reform agenda.
 
Economically strong, politically stable and reform minded, Indonesia is an emerging global powerhouse in Asia.

 Real GDP Growth

source : CEIC


Total Debt / GDP

source : IMF


Realized Foreign Direct Investment (FDI)
source : BKPM

Ini Pihak yang Paling Rajin Beri Utang ke RI


Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menetapkan pembatasan pinjaman luar negeri yang membebani APBN/APBD sejak tahun lalu. Jumlah utang luar negeri pemerintah Indonesia terus menurun, dan digantikan dalam bentuk surat utang (obligasi).

Monday, June 3, 2013

Memahami Krisis Eropa Yang Sedang Terjadi


Krisis ekonomi yang sedang terjadi dalam beberapa tahun terakhir di beberapa bagian negara Eropa telah menjadi kegelisahan yang sangat luar biasa. Krisis di zona Eropa memiliki andil yang cukup besar pada sektor lembaga keuangan serta para pelaku investor  yang telah banyak memiliki Surat Utang Negara (SUN), yang sedang mengalami krisis perekonomian tersebut.

Thursday, May 30, 2013

6 Perusahaan Swedia Siap Investasi Jutaan Dolar ke RI

Di antaranya IKEA, H&M, dan Ericsson. Ada juga produsen mobil listrik.


Berbagai perusahaan raksasa Swedia menyatakan siap berinvestasi di Indonesia hingga ratusan juta dolar AS. Komitmen ini diterima seusai kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan ke Swedia pada 27-29 Mei 2013.

Dalam dokumen daftar nota kesepahaman yang diterimaVIVAnews, beberapa perusahaan besar Swedia seperti IKEA, H&M, Ericsson, dan perusahaan mobil listrik Swedia, Clean Motion, akan menggelontorkan dananya ke Indonesia.

Wednesday, May 29, 2013

Ekonomi Jerman Akhirnya Terkena Imbas Krisis Eropa


Pergerakan Euro pada perdagangan mata uang dengan kurs bank Indonesia hari ini (05/29) menunjukkan adanya sentimen negatif terhadap mata uang tersebut, dan tampak melemah pada pair EUR/IDR.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa pada analisa kurs BI hari ini Euro terpantau bergerak melemah sekitar -0.35 % terhadap mata uang Rupiah pada perdagangan valas hari ini, sementara itu kurs BI (jual) Euro dengan rate Bank Indonesia berada pada kisaran Rp. 12677.69/EUR dan kurs BI (beli) sekitar Rp. 12550.69/EUR.

Jurang Ekonomi Negara Maju dan Berkembang Semakin Tajam

Selama 200 tahun, kesenjangan ekonomi melonjak 733 persen.

Studi terbaru menunjukkan bahwa kesenjangan pendapatan antara negara-negara barat atau negara maju dengan negara berkembang melonjak 733 persen dalam 200 tahun.

Mau Tau Negara Pemberi Utang Terbesar di Dunia?


Jepang tetap mempertahankan posisinya sebagai negara kreditor terbesar di dunia selama 22 tahun berturut-turut hingga 2012. Jumlah pinjaman yang diberikan negara ini semakin menggelembung seiring dengan penguatan dollar AS terhadap yen.

Wednesday, May 22, 2013

Fulfilling the Asian Dream—Lasting Growth and Shared Prosperity

Remarks by Christine Lagarde, Managing Director, International Monetary Fund
Boao Forum for Asia Annual Conference
Hainan, China, April 7, 2013

As prepared for delivery 
Introduction
Good evening. 晚上好 Thank you very much Mr. Secretary General, Ambassador Zhou for your warm introduction and for inviting me here. It is a real pleasure to attend my first Boao Forum for Asia.
I enjoy coming to this part of the world where new chapters of prosperity and opportunity seem to unfold continuously before us.

Monday, May 20, 2013

Can China’s Growth Continue?


In addition to productivity and tech improvements, systemic changes will be necessary if growth is to be sustained in China.

Authors: Linda Yueh (University of Oxford)
Publisher: National Institute Economic Review, vol. 223, no. 1

During the past several decades, China’s economy has grown from being one of the weakest in the world to the second largest. Since reforms to the centrally planned economy began in 1979, China has seen its GDP and income double every seven to eight years, pulling 660 million of its people out of poverty. The emergence of China’s financial clout has in turn transformed the global economy. But given the raft of problems confronting the new leadership in Beijing—such as housing bubbles, inflation fears, labor unrest, and industrial pollution—can China continue to grow at the same torrid pace?

How Multinational Corporations Are Buffered from Financial Crises


Authors: Desislava Dikova (Vienna University of Economics and Business), Roger Smeets (University of Amsterdam), Harry Garretsen (University of Groningen), and Hans Van Ees (University of Groningen)
Publisher: International Business Review, vol. 22, no. 1
U.S.-based multinational firms can use their flexibility and wide-ranging operations to make swift strategic moves that ensure they will withstand—and perhaps even capitalize on—sudden economic storms, this paper finds. The authors’ analysis of more than 20 years of data shows that in times of extreme financial turbulence, multinationals can often tap their exporting infrastructure and international network to quickly shift output from slumping markets to those with more favorable conditions. By increasing exports to offset declines in local sales, the firms can keep plants open and avoid or limit layoffs.

Thursday, May 16, 2013

Ekspor Membaik, Defisit Transaksi Berjalan Menyusut



JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan kini sudah mulai menyusut. Hal itu disebabkan karena perbaikan dari sisi ekspor.
Direktur Eksekutif Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Difi A Johansyah mengatakan, hingga kuartal I-2013 defisit transaksi berjalan menyusut menjadi 5,3 miliar dollar AS atau 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Nilai tersebut lebih baik dari defisit di kuartal sebelumnya yang mencapai 7,6 miliar dollar AS atau sebesar 3,5 persen dari PDB.

Monday, May 13, 2013

Pelabuhan Singapura Terbaik se-Asia Untuk ke-25nya


SINGAPURA, KOMPAS.com — Pelabuhan Singapura memperkokoh posisinya sebagai pelabuhan terbaik di Asia. Untuk ke-25 kali, Asian Freight and Supply Chain Awards (AFSCA) memahkotai pelabuhan Singapura sebagai yang terbaik di Asia.

Wednesday, March 27, 2013

Reputasi Indonesia di Era Globalisasi



Upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui program pembangunan ekonomi domestik merupakan kunci dari reputasi Indonesia di era globalisasi. Semenjak kesepakatan perdagangan bebas CAFTA 3 tahun yang lalu, reputasi Indonesia di era globalisasi ini betul – betul dipertaruhkan dan faktanya hingga hari ini, kita masih kesulitan menyususun tuntas puzzle menjadi gambaran roadmap yang jelas, mulai dari mana, mau kemana, mana yang utama, mana yang kemudian, sehingga puzzle tidak kunjung tersusun karena masih asyik bongkar pasang.

Saturday, March 16, 2013

Dominasi Asing Di Pasar Modal | Harian Ekonomi Neraca

Dominasi Asing Di Pasar Modal | Harian Ekonomi Neraca

Click Button Below to Save As PDF

Pertumbuhan PDB per kapita (% tahunan)

Template by : kendhin x-template.blogspot.com