Loading

LAKBAN / OPP TAPE MURAH DAN KUAT

Showing posts with label Finance And Bank. Show all posts
Showing posts with label Finance And Bank. Show all posts

Friday, June 21, 2013

5 Bankir dengan Bayaran Termahal di Dunia


Menjadi seorang bankir merupakan suatu profesi yang cukup diminati banyak orang. Hal ini tentunya tidak hanya berlaku di Indonesia, namun juga di dunia.

Ada banyak alasan untuk memilih sebagai bankir. Akan tetapi, satu alasan yang kuat adalah terkait dengan gaji yang menjulang tinggi.

Siapa sangka, gaji seorang bankir dapat mencapi ratusan miliar rupiah per tahun. Itupun belum termasuk tunjangan dan kepemilikan surat berharga.

Seperti yang dikutip dari DailyFinance, Kamis (20/6/2013), berikut adalah 5 bankir dengan gaji tertinggi di dunia:

Thursday, June 20, 2013

Floating Rates Versus Fixed Rates


Reem Heakal
Did you know that the foreign exchange market (also known as FX or forex) is the largest market in the world? In fact, over $1 trillion is traded in the currency markets on a daily basis. This article is certainly not a primer for currency trading, but it will help you understand exchange rates and why some fluctuate while others do not.

Tuesday, June 4, 2013

Perbankan Indonesia Terancam Masuk Jalur Lambat

Metrotvnews.com, Jakarta: Tantangan makro ekonomi yang menghadang membuat bank-bank terancam masuk ke jalur lambat. Hal ini disulut oleh kenaikan inflasi akibat kenaikan harga sejumlah komoditas pangan serta rencana penaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Biro Riset InfoBank Eko B Supriyanto mengatakan, untuk meredam inflasi yang diprediksi mencapai 7,6%, Bank Indonesia sangat mungkin menaikan BI Rate. Kondisi ini akan memukul dunia perbankan.

“Hal ini tentu akan mendorong kenaikan suku bunga simpanan maupun pinjaman bank-bank, dan ini akan memengaruhi sektor riil yang pada akhirnya akan berimbas ke kinerja sektor perbankan,” ujarnya dalam konferensi pers Pengumuman Hasil Rating 120 bank di Indonesia tahun 2013, di Jakarta, Senin (2/7).

Friday, May 17, 2013

Lima Bank Terkuat Penguasa Pangsa Keuangan Di Dunia


Bank merupakan tempat penyimpanan keuangan anda yang terbaik.Selain itu juga dengan adanya Bank dapat membantu kita untuk berwirausaha yang baik dengan ketentuan alur usaha yang kita miliki.Melihat disisi dunia Bank yang kini ada lima Bank yang saat ini yang sangat kuat mempengaruhi keuangan didunia.Seperti yang dilansir dari BloomBreg  diantara Lima Bank Terkuat Penguasa Pangsa Keuangan Di Dunia adalah sebagai berikut ini.

Sunday, March 3, 2013

6 Skandal Bank Raksasa di Dunia

img

Jakarta - Skandal dan penipuan bisa tetap terjadi meski sudah ada hukum dan undang-undang yang mengatur sebuah sistem. Bukankah aturan memang dibuat untuk dilanggar?

Mungkin itu yang ada dibenak para pelaku penipuan dan skandal di bawah ini. Sayangnya, mereka melakukan skandal dalam skala yang besar, sehingga ketika aksi menyimpang ketahuan, langsung jadi santapan di media massa.

Berikut 6 skandal bank yang terjadi pada tahun 2012, yang dikutip dari DailyFinance:

1. HSBC

img
HSBC merupakan bank Eropa terbesar. Bank ini harus membayar pinalti kepada regulator Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 1,9 miliar untuk penyelidikan kasus pencucian uang. Investigasi kasus ini difokuskan pada transfer miliaran dolar dari beberapa negara seperti Iran ke kartel narkoba Meksiko.

HSBC menyatakan langkah-langkah anti pencucian uang yang dimilikinya tidak berjalan baik dan dia menyatakan "penyesalan yang sangat mendalam."

Sunday, June 24, 2012

Ini Modus Penipuan Kejahatan Perbankan Berikut Cara Menghindarinya


Jakarta - Kemajuan teknologi berdampak positif pada mudah dan cepatnya melakukan transaksi perbankan. Saat ini seluruh nasabah dapat melakukan transaksi perbankan dimana saja dan kapan saja, melalui internet (e-banking), telepon selular (m-banking), telepon (phone banking), ataupun lewat sms (sms-banking).

Di satu sisi, hal ini dapat memudahkan masyarakat dalam menentukan pilihan transaksi keuangannya, tetapi di sisi lain dapat membuka peluang terjadinya penyalahgunaan.

Bank Indonesia (BI) memberikan beberapa modus operandi kejahatan perbankan dan cara menghindarinya.

Friday, June 22, 2012

Bank Danamon meluncurkan bank keliling


JAKARTA. Bank Danamon Indonesia meluncurkan mobile branch alias bank keliling untuk melayani transaksi nasabah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Jika pasar merespons positif, mobile branch perdana sekaligus pilot project ini ditargetkan bertambah menjadi tiga unit sampai lima unit lagi tahun depan.
Henry Ho, Direktur Utama Bank Danamon, menuturkan kanal pemasaran alternatif ini upaya melayani nasabah dengan strategi menjemput bola. "Nanti kami akan mengembangkan lagi di kota-kota besar di luar Jakarta, seperti Sumatera dan Makasar," ujarnya, seusai acara peluncuran mobile branch, Kamis (21/6).
Manajemen ingin menjangkau nasabah yang tinggal berjauhan dengan kantor cabang setempat. Dengan demikian, memudahkan nasabah melakukan transaksi. Tentunya, kemudahan ini diharapkan bisa menjaring lebih banyak nasabah baru.
Mobile branch ini tidak hanya akan keliling melayani nasabah, tetapi juga mangkal di pusat-pusat keramaian. "Seperti, perhelatan Jakarta Fair, atau tempat keramaian lainnya, mobile branch akan hadir disitu melayani nasabah," terang Ho.
Michellina Triwardhany, Consumer Banking Director Bank Danamon, mengungkapkan mobile branchmempersenjatai diri dengan perangkat teknologi tinggi, staf di bagian pelayanan, kasir, dan petugas keamanan serta ATM. Jadi, persis seperti melayani nasabah di kantor cabang.
Bank keliling ini melayani pembukaan rekening tabungan dan deposito, penarikan dan setoran tunai, pencairan cek, transfer hingga pengajuan aplikasi kredit pemilikan rumah (KPR) maupun kartu kredit. "Kami juga membuka layanan pengiriman uang Western Union," terang Michellina.
Kehadiran mobile branch melengkapi jaringan pelayanan kepada nasabah dari yang sudah ada saat ini. Yaitu kantor cabang konvensional sebanyak 523 yang tersebar di seluruh Indonesia, internet banking, mobile banking, dan 3.000 mesin ATM. // kontan.co.id

Thursday, June 14, 2012

Krisis Yunani Bisa Menular Hingga ke Seluruh Dunia


Investor meninggalkan sejenak surat utang Spanyol, Italia, dan bahkan Jerman empat hari sebelum pemilu Yunani diselenggarkan. Hasil dari pemilu itu diperkirakan bisa mempengaruhi situasi finansial, tak hanya di Eropa, tapi hingga ke seluruh dunia.

Monday, April 2, 2012

Bapepam beri toleransi pemenuhan modal asuransi

Oleh Feri Kristianto


JAKARTA. Kabar baik bagi perusahaan asuransi yang bermodal kurang dari Rp 70 miliar. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) siap memberi toleransi pemenuhan modal minimal hingga akhir Maret 2013. Sebelumnya, sesuai Peraturan Pemerintah No. 81 tahun 2008 tentang Penyelenggaran Usaha Perasuransian, asuransi harus memiliki modal sendiri minimal Rp 70 miliar di akhir 2012.
Hanya saja, toleransi itu berlaku bila perusahaan telah memberikan rencana kerja pemenuhan modal sendiri ke Bapepam-LK paling lambat September 2011. "Bila tidak, akan kena sanksi (jika modal minimal kurang dari Rp 70 miliar per 31 Desember 2012)," jelas Isa Rachmatarwata, Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK, akhir pekan lalu.
Sayang, Isa tidak bersedia mengungkapkan jatidiri asuransi bermodal Rp 70 miliar. Tetapi laporan Bapepam-LK tahun 2011 sebelum diaudit, total ada 27 asuransi. Rinciannya tujuh dari asuransi jiwa dan 22 asuransi umum. Menurut Isa, perusahaan itu tinggal kurang beberapa miliar saja untuk mencapai angka Rp 70 miliar.
Akan tetapi, di antara perusahaan itu ada yang memiliki unit usaha syariah (UUS). Untuk UUS sendiri membutuhkan modal minimal Rp 25 miliar. Dengan demikian, asuransi yang memiliki UUS harus memiliki modal sebesar Rp 95 miliar.
Saat ini, Isa masih mengupayakan seluruh perusahaan asuransi memenuhi ketentuan modal minimal tepat waktu. Salah satu caranya, memberi peringatan ke perusahaan asuransi bermodal cekak. "Kami akan mengirimi surat ke perusahaan tersebut dalam waktu dekat ini," kata Isa.
Bapepam-LK juga akan memantau permodalan melalui hasil laporan keuangan kuartal I dan II tahun ini. Bila masih belum ada kemajuan juga, Bapepam-LK akan kembali mengingatkan dan sekaligus meminta manajemen membuat rencana kerja pemenuhan modal.
Catatan saja, Bapepam-LK baru saja menyelesaikan pengaturan permodalan minimal perusahaan asuransi Rp 40 miliar per 31 Maret 2012. Terdapat 5 perusahaan yang tamat karena tidak memenuhi modal minimal tersebut.
Mereka terdiri, 2 perusahaan asuransi jiwa dan 3 asuransi umum. Namun, izin perusahaan itu belum dicabut. Soalnya, mereka masih memiliki kewajiban pengembalian dana ke nasabah.

Mengenal Private Equity - LP-GP - Limited Partnership - General Partnership



Di dalam konteks Private Equity istilah LP-GP merupakan istilah yang umum digunakan untuk membedakan peran dan karakteristik dari investasi di antara investor dengan private equity.
LP berasal dari kata Limited Partnership dan GP adalah General Partnership.

Limited Partnership (LP)
Di dalam bahasa Indonesia maka istilah yang terdekat untuk menggambarkan ini adalah kemitraan terbatas. Di dalam LP diperbolehkan terdapat dua bentuk partnership yaitu LP maupun GP. LP merupakan bagian dari yang melakukan investasi namun tidak berpartisipasi di dalam menjalankan partnership tersebut. Sedangkan GP merupakan partner yang menjalankan dan melakukan pengelolaan terhadap bisnis dimaksud. GP pada akhirnya yang akan bertanggung jawab terhadap hutang. LP umumnya mendapatkan hak prioritas di dalam suatu kasus likuidasi.

General Partnership (GP)
GP tidak selalu melakukan investasi dan peran utamanya adalah menjalankan dan melakukan pengelolaan terhadap bisnis dimaksud. GP tidak memiliki kemitraan terbatas atau dengan kata lain setiap mitra (ada lebih dari 2) berhak dan bertanggung jawab atas laba dan saham dan kewajiban kemitraan, termasuk kerugian. 

Sebuah Private Equtiy dapat bertindak sebagai LP pada investasi tertentu dan dapat pula bertindak sebagai GP pada investasi lainnya.

Di dalam sebuah Fund (Pendanaan) maka legal structure yang umum terjadi adalah:
The Fund: Sebuah Limited Partnership yang dibentuk untuk tujuan investasi tertentu (contoh: Blackstone Capital Partners VII, L.P.)

The Manager: sebuah perusahaan atau firma yang melakukan strukturisasi dari partnership dan bertanggung jawab atas pengelolaan Fund yang telah didapat. (contoh Blackstone Capital Partners, LLC)

The General Partner: GP disini akan diorganisasikan sebagai LP yang dikendalikan oleh fund manager. GP akan bertindak sebagai pengambil keputusan investasi.

Masa dari sebuah Private Equity Fund biasanya 10 tahun dengan kemungkinan perpanjangan beberapa tahun. Sedangkan masa investasi berkisar antara 5 sampai 7 tahun.

Tipe dari LP:
  1. Institutional Investor seperti Insurance, Pension Funds dan Yayasan
  2. High Net-Worth Individual (Investor) atau biasa disingkat dengan HNWI
  3. Fund of Fund

Tuesday, March 27, 2012

7 Alasan Mengapa Kita Butuh Perencanaan Keuangan

Lisa Soemarto 



Pada20-30 tahun lalu, masa-masa orang tua kita masih membiayai hidup kita, belum ada yang namanya profesi Financial Planner atau Perencana Keuangan di Indonesia. Tapi 10 tahun belakangan ini profesi ini sudah banyak bermunculan di Indonesia. Dengan berkembangnya gaya hidup yang semakin konsumtif, naiknya inflasi yang membuat kebutuhan hidup dimasa yang akan datang semkin mahal, banyaknya produk-produk investasi yang ditawarkan, dan semakin sadarnya masyarakat akan kesejahteraan hidupnya. 

Beberapa alasan mengapa kita membutuhkan sebuah Perencanaan Keuangan :

1. Untuk melindungi diri kita dan keluarga dari risiko keuangan

Dalam siklus hidup tentunya ada masa-masa naik dan turunnya tingkat kehidupan , dan tidak dapat dipungkiri, dimanapun situasi kehidupan kita, pastinya berhubungan dengan uang. Naik turunnya situasi keuangan masih dapat diatasi dengan bantuan seorang profesional. Apa saja masalah-masalah penting dan darurat yang berhubungan dengan keuangan, contohnya adalah : kehilangan pekerjaan, sakit keras, kecelakaan yang menyebabkan cacat, dan kematian kepala keluarga sebagai sumber pendapatan.

2. Untuk melunasi utang

Memang sangat baik jika kita sudah memiliki investasi, baik investasi pada pasar modal, properti, bisnis maupun barang-barang berharga. Namun masih banyak diantara kita yang juga memiliki hutang yang besar, terutama hutang konsumtif. Hal ini sebenarnya sangat penting untuk dicari jalan keluarnya. Sangatlah tidak tepat jika setiap bulan berinvestasi dengan tujuan untuk mengumpulkan aset namun juga menumpuk hutang yang bunganya lebih tinggi dari hasil investasi kita.
Oleh karena itu, menyelesaikan hutang adalah hal yang paling penting didalam sebuah Perencanaan Keuangan yang kita miliki.

3. Untuk biaya membesarkan anak-anak

Setiap orang tua tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Oleh karena itu porsi yang cukup besar didalam anggaran rumah tangga adalah biaya untuk membesarkan anak-anak yang dapat berlangsung sekitar 20-25 tahun sebelum anak-anak kita dapat membiayai dirinya sendiri. Biaya ini meliputi sejak anak lahir, hingga biaya pernikahan, namun biaya yang paling besar adalah biaya pendidikan sejak memasuki persiapan sekolah (pre-school) hingga perguruan tinggi. Sebagai ilustrasi, jika biaya kuliah saat ini adalah Rp 50 juta, dengan adanya inflasi maka, dalam 15 tahun biaya tersebut menjadi sekitar Rp 770 juta.

4. Untuk pembelian aset, dari kendaraan hingga rumah

Rumah adalah aset utama yang harus dimiliki oleh seseorang, selain untuk digunakan sebagai tempat tinggal, rumah juga mnjadi sebuat aset yang nilainya bertambah dari waktu kewaktu. Aset kedua yang harus dimiliki adalah kendaraan. Umur kendaraan yang nyaman adalah 5 tahun. Jadi layaknya, setiap 5 tahun kita perlu mengganti kendaraan kita. 

Namun tidak semua orang, walaupun sudah memiliki pekerjaan, mampu untuk membeli rumah dan kendaraan karena gaji yang hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari hari sehingga dari tahun ke tahun uang tidak pernah cukup untuk membeli aset.Oleh karena itu diperlukan suatu solusi agar keinginan untuk membeli aset aset dapat tercapai.

5. Untuk membiayai pembelian polis asuransi

Semua aset yang sudah kita kumpulkan adalah untuk memenuhi segala kebutuhan kehidupan keluarga, namun bayangkan jika suatu saat terjadi kecelakaan, sakit atau meninggal, sehingga tidak dapat lagi kita membiayai keluarga kita.Untuk melindungi nilai ekonomis seseorang yang menjadi sumber pendapatan keluarga adalah dengan asuransi. Pertanyaan berikutnya adalah apakah asuransi yang kita miliki nilainya sudah cukup untuk membiayai kehidupan hingga masa depan keluarga yang ditinggalkan dapat terjamin. Berapa sebenarnya nilai asuransi yang harus dimiliki? Apa saja benefit dari asuransi kesehatan yang kita miliki? 

6. Untuk bisa menikmati pensiun dengan taraf hidup yang nyaman

Pensiun adalah saatnya kita menikmati masa istirahat dari pekerjaan. Tentunya kita ingin menikmati dengan taraf hidup yang nyaman. Namun dari mana kita bisa mendapatkan uang yang cukup untuk membiayai pensiun seperti yang kita inginkan?. Sudah bukan saatnya pada saat pensiun, justru kita masih harus mencari pekerjaan untuk membiayai hidup kita. Bukan hal yang tepat juga jika kita harus bergantung biaya ke anak-anak kita yang mungkin masih memerlukan biaya-biaya untuk kehidupannya sendiri bahkan untuk keluarganya.Sebagai ilustrasi, jika saat ini umur kita 45 tahun dengan biaya hidup kita adalah Rp 15 juta, maka pada saat kita pensiun diumur 55 tahun maka kita membutuhkan dana sekitar Rp 16 Milyar untuk dapat menikmati pensiun selama 20 tahun.

7. Untuk mewariskan kekayaan kita kepada anak-anak

Jika kita sudah memiliki Perencanaan Keuangan maka segala aset dan kekayaan kita sudah tertata untuk setiap tujuan. Pada akhirnya, jika kita berumur panjang dan memasuki usia pensiun, segala kekayaan yang kita miliki dapat kita wariskan kepada anak-anak. Oleh karena itu menyiapkan wasiat juga menjadi bagian dari sebuah Perencaan, agar generasi berikutnya dapat menikmati dan memelihara kekayaan yang kita wariskan.

Kapan saat yang tepat untuk memulai Perencanaan? Semakin dini memulai sebuah Perencanaan, akan semakin baik, terutama pada saat usia masih produktif. Dengan demikian kondisi keuangan akan menjadi lebih baik dengan jangka waktu investasi yang panjang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 

Lisa Soemarto, MA, RIFA, RFC-Senior Financial Advisor AFC
@LaPetiteLisa

Wednesday, March 21, 2012

Ingin Kaya Seperti Milyarder? Ini 10 Rahasianya

Angga Aliya - detikFinance 

Jika anda penasaran bagaimana milyarder bisa punya uang banyak, tanyakan saja pada orangnya langsung. Meski berbeda orang, biasanya milyarder punya rahasia yang rata-rata hampir sama.

Rahasia itu bukanlah sesuatu yang aneh, magis, tak masuk akal atau bahkan sesuatu yang menyimpang akan tetapi lebih kepada manajemen dan strategi.

Seperti dikutip dari Second Act, Selasa (20/3/2012), cara sukses mereka itu bahkan bisa anda temui dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus mengorek rahasia dari para milyarder. Bahkan, semuanya itu melibatkan hal-hal yang mendasar seperti strategi berinvestasi, kerj keras, dan percaya atau tidak, ketekunan dalam berhemat.

Berikut ini adalah 10 tips yang bisa membuat anda menjadi milyarder.

1. Berinvestasi sejak dini
Adrian Cartwood, penulis blog How to Make 7 Million in 7 Years (Bagaimana meraup US$ 7 juta dalam 7 tahun), bisa menjadi kaya raya setelah hidup super hemat sambil merancang bisnis di industri teknologinya. Banyak orang yang terlalu ceroboh dengan mencari utang ketimbang menahan nafsu dan berhemat. Padahal, utang ini bisa menjadi beban yang cukup besar bagi kondisi finansial seseorang.

"Belajarlah hidup apa adanya dan jangan tergoda barang-barang yang tidak perlu. Inilah kebiasaan yang perlu anda pertahankan demi menuju sukses, jadi anda bisa cepat mencapai target," katanya.

2. Percaya anda bisa 
Sebelum berinvestasi di properti dan menjadi milyarder, Alan Corey, penulis buku A Million Bucks by 30 (Jutaan Dolar di Umur 30), banyak membaca biografi dan autobiografi milyarder sebanyak-banyaknya. Ia melakukan itu untuk mencari karakteristik yang sama antara para milyarder tersebut. Karakteristik yang ia percaya bisa sangat membantu dalam pencapaian karirnya.

"Apa yang saya temukan adalah mereka (milyarder) sangat percaya diri bahwa mereka akan sukses secara finansial," kata dia. Corey juga mengakui, tingginya kepercayaan diri sangat membantu pencapaian hidupnya.

3. Pasang target yang spesifik dan masuk akal
Menurut Jen Smith, perancang situs Millionaire Mommy Next Door (Ibu Rumah Tangga sang Milyarder), mengatakan, jika anda punya target 'Saya ingin kaya raya' itu terlalu kabur. Sebaiknya, anda mulai memikirkan target yang lebih spesifik dan masuk akal.

Ia memberi contoh, "Saya ingin punya investasi US$ 2 juta sehingga bisa hidup hanya dari imbal hasilnya. Setelah itu, saya akan keluar kerja dan melakukan banyak hal, seperti jadi sukarelawan, bepergian, belajar tenis dan melukis, juga piknik di pantai bersama keluarga," ujarnya.

Bahkan, target tersebut sudah bisa diraih Smith sebelum ia punya keluarga. Ia sengaja memajang foto tujuan wisata di tempat yang bisa dilihat setiap hari untuk menjadi motivasi.

4. Asuransikan diri anda
Kebangkrutan mengancam semua orang kapan saja, di mana saja, dan banyak penyebabnya. Bisa itu terjadi karena adanya perceraian, kematian atau cacat permanen sehingga tidak bisa bekerja.

Untuk itu, anda perlu melindungi diri anda dengan asuransi kesehatan. Dalam buku The Quiet Millionaire (Milyarder Pendiam), perencana keuangan Brett Wilder bercerita mengenai banyaknya orang yang gagal meraih sukses hanya karena tidak punya asuransi kesehatan atau bahkan terlalu banyak membayar asuransi karena tidak mengerti.

5. Kerja keras, dan keberuntungan akan datang dengan sendirinya
Dalam buku terbarunya, Think Like a Champion (Berpikir Seperti Juara), Donald Trump mengaku kesuksesannya berasal dari kerja keras. "Jika hasil kerja keras anda sudah mulai membuahkan hasil, orang lain pasti akan bilang anda beruntung. Mungkin memang begitu, karena anda beruntung punya otak yang mampu bekerja keras!" ujarnya.

Konsep yang sama juga dikemukakan salah satu Presiden Amerika Serikat (AS) di abad ke-18, Benjamin Franklin. "Semakin saya bekerja keras, saya merasa semakin beruntung," ujarnya.

6. Belajarlah membuat anggaran
Smith merekomendasikan anda terus melacak pengeluaran bulanan, hingga ke biaya terkecil sekalipun. Setiap bulan, ia mencetak seluruh anggarannya di sebuah kertas lalu digabungkan dengan anggaran bulan sebelumnya, sehingga ia tahu benar uangnya lari ke mana saja.

Ia juga mengatakan, meski ini terdengar klise, tetapi anda harus jaga rasio utang karena ini sangat penting untuk menjadi orang kaya. "Posisi utang yang terkendali bisa membuat anda berhemat jutaan dolar sepanjang hidup anda," katanya.

7. Lakukan pekerjaan yang anda cintai
Memang, bekerja di sebuah perusahaan finansial bisa menghasilkan gaji yang tinggi, tapi tetap saja anda tidak akan merasa nyaman jika itu bukan pekerjaan yang anda cintai. Itulah kenapa, Corey merekomendasikan anda mengambil pekerjaan yang selama ini diimpi-impikan atau bahkan hanya dilakukan di kala senggang.

"Apakah anda suka baca majalah fesyen? Ambilah karir di dunia fesyen. Anda suka membaca situs gosip? Cari pekerjaan yang berhubungan dengan dunia selebritas. Atau anda suka membaca majalah otomotif? ESPN.com? Forum binatang peliharaan Yahoo?" katanya.

Meski bidang yang anda tekuni terlihat sepele, selalu ada jalan menuju sukses jika anda berada di jalur yang anda cintai.

8. Tentukan berapa banyak uang yang anda inginkan
Untuk kebanyak orang, Rp 1 miliar tidaklah cukup. "Untuk para Gen-X (generasi lahir di 70an) dan Gen-Y (generasi lahir di tahun 80an), pensiun dengan dana sebesar itu tidaklah cukup memenuhi gaya hidupnya, soalnya tingkat inflasi akan terus menggerogoti simpanan dana hari tua anda," kata Cartwood.

Setidaknya targetkan sekitar Rp 3 miliar, yang menurut Cartwood adalah dana yang ideal untuk seorang milyarder. Apalagi mengingat gaya hidup anak muda jaman sekarang, seperti kebutuhan rumah yang ideal, liburan ke luar negeri, biaya kuliah anak.

9. Berinvestasi secara terbalik
Maksudnya berinvestasi berlawan dengan kebanyakan investor, ini yang direkomendasikan oleh Corey. Ketika saham sedang turun, siapapun yang melakukan aksi beli berarti mendapat potongan harga. Aturan ini juga tidak hanya berlaku di saham saja, tetapi di sektor lainnya. "Beli rumah yang cukup besar, ajak teman anda untuk menyewa kamar maka anda akan punya pendapatan pasif," sarannya.

10. Hidup sederhana atau bahkan di bawah standar
Bahkan Eminem sekalipun, milyarder penyayi rap terkenal, banyak menahan diri dari membeli barang yang tidak perlu. Salah satu surat kabar di London pernah memberitakan, beberapa tahun lalu Eminem mempertimbangkan untuk beli jam tangan senilai Rp 135 juta, tapi ia membatalkan niatannya karena merasa uangnya lebih baik dipakai untuk keperluan lain.

"Saya tidak mau kehabisan uang, saya ingin putri saya bisa masuk perguruan tinggi," kata Eminem di surat kabar tersebut. Dengan begitu setidaknya Eminem bisa terlepas dari jeratan gaya hidup selebritas dunia yang serba hambur, seperti contohnya yang terjadi pada Aretha Franklin dan Annie Leibovitz.

Selain itu, Smith menyatakan, meski ia memiliki uang hingga jutaan dolar, tapi tidak banyak yang tahu mengenai hal itu, dan itu yang paling utama. Ia menyarankan minimal anda bisa menyimpan 10-25% pendapatan anda tiap bulan.

Ia juga menyarankan anda menghindari barang-barang 'prestise', yaitu barang-barang yang sebenarnya tidak perlu dibeli hanya karena anda ingin dapat status sosial yang terpandang di mata orang lain, seperti mobil mewah, peralatan elektronik terbaru, hingga rumah di daerah elit.

Sebenarnya, barang-barang mewah itu tidak membuat anda menjadi orang kaya, bahkan jika dipikir-pikir, justru barang-barang seperti itu yang membuat anda sulit menjadi orang kaya bahkan milyarder.

(ang/ang) 

Tuesday, March 13, 2012

Serba - Serbi Pasar Modal



Di pasar modal, kebanyakan orang merasa senang ketika harga saham naik, katanya itu adalah simbol kemakmuran. Sebaliknya, ketika harga saham turun, semuanya sedih, katanya itu adalah simbol kemunduran kemakmuran.

Pada tahun-tahun kenaikan harga saham, tak ada yang protes, semuanya asyik dengan prediksi mereka ke level berapa harga saham bisa menuju di akhir tahun. Pada tahun-tahun penurunan harga saham, semuanya memprotes, mereka menuntut pemerintah agar "bertindak / melakukan sesuatu."

Apa sebenarnya pasar modal?

Sederhananya, itu adalah tempat orang mengumpulkan modal agar bisa menjalankan usahanya tanpa perlu berhutang ke orang / institusi lain.

Mari kita ambil contoh, misalnya Anda adalah penjual eskrim, dan usaha Anda tampaknya menjanjikan. Dari tahun ke tahun omset terus menanjak, dan Anda ingin mengekspansi usaha Anda. Namun di dalam hati Anda, Anda sedikit khawatir dengan berhutang ke bank, sebab hutang ke bank adalah komitmen mati, Anda harus membayarnya tak peduli apapun yang terjadi dengan bisnis eskrim Anda. Jadi Anda memutuskan untuk berbagi resiko dengan orang lain ("untung sama-sama untung, rugi sama-sama rugi"). Maka Anda pun menggunakan pasar modal dan menerbitkan saham-saham baru untuk dijual kepada publik. Uang yang Anda dapatkan Anda gunakan untuk ekspansi bisnis, sebagai gantinya, kepemilikan Anda di perusahaan eskrim itu pun berkurang karena adanya pemegang saham tambahan (publik).

Setelah perusahaan Anda resmi go-public, dan saham-saham perusahaan Anda bebas ditransaksikan di pasar modal, orang-orang yang sebelumnya telah membeli saham Anda bisa menjual saham yang mereka beli di pasar modal. Harga ditentukan secara bebas oleh mereka di pasar.

Jadi ingat:
1. Kontribusi publik pada perusahaan go-public hanya terjadi 1 kali, yaitu saat IPO (Initial Public Offering), saat pemilik perusahaan menjual saham-saham baru ke publik. Setelah go-public, tak ada satu sen pun uang hasil transaksi di pasar modal yang masuk ke kas perusahaan go-public. Uang hanya bertukar tangan di antara orang-orang (publik) yang memperjual-belikan saham-saham yang sudah mereka beli. "Harga" yang diperdagangkan di pasar modal di antara orang-orang ini (publik) pun secara umum dipercayai mencerminkan "Nilai" perusahaan itu.

Jadi bila Anda baru saja mulai belajar jual-beli saham, jangan mempercayai propaganda bahwa dengan aktif melakukan jual-beli saham, Anda memberikan kontribusi tertentu kepada perusahaan-perusahaan publik, dan dengan demikian membantu pengembangan ekonomi negara atau masyarakat Anda. Kenyataannya adalah tak ada satu sen pun uang Anda yang masuk ke kantong perusahaan publik itu untuk ekspansi usaha mereka, kecuali Anda beli saat IPO.

Hal lainnya, tidak ada yang perlu dibanggakan ketika Anda membaca berita betapa banyaknya uang dari institusi asing yang masuk ke bursa saham Indonesia. Sama untuk mereka, tidak ada satu sen pun uang mereka yang masuk ke kantong perusahaan publik Indonesia, kecuali mereka beli saat IPO. Jadi "kontribusi" satu-satunya uang asing ini adalah kalau mereka membeli saham dari orang lokal yang ingin menjual. Sayang, bukannya orang lokal berhasil mengambil manfaat dari dana asing ini, kenyataannya adalah lebih sering orang lokal yang menjadi pembeli saham dana asing yang ingin menjual. Pembeli saham terbesar di akhir bubble biasanya adalah dana pensiun, asuransi, ibu-ibu rumah tangga, kelas menengah baru, ataupun mahasiswa kaya yang membeli saham berdasarkan nasehat investasi koran & majalah finansial yang mereka baca.

2. Orang-orang yang memperdagangkan saham tersebut (publik), tidak peduli jumlahnya sebenarnya sesedikit apa, merekalah yang menentukan harga saham, dan dengan demikian juga harga perusahaan. Katakanlah hanya ada 40% saham perusahaan eskrim Anda yang beredar di pasaran, tetapi harga 40% saham yang diperdagangkan ini mencerminkan juga sisa 60% saham yang tidak diperdagangkan oleh pemilik lainnya.

3. Ada resiko tertentu di usaha perusahaan yang hendak go-public. Bila tidak, pemilik perusahaan itu tidak akan pernah menawarkan saham baru ke publik. Bila prospek usahanya itu sedemikian luar biasa (bagus), mengapa tidak berhutang ke bank atau menjual surat hutang (obligasi) saja? Berhutang paling-paling membayar bunga 10 - 20%. Apalah artinya 10 - 20% biaya bunga bila dibandingkan dengan prospek ratusan atau ribuan atau jutaan persen keuntungan seandainya bisnis yang hendak mereka jual sedemikian bagus prospeknya?

Mengenai harga, siapa yang menentukannya? Bagaimana menentukannya? Dan apa efeknya?

Mari kita ambil contoh perusahaan eskrim tadi...
Misalnya untuk setiap lembar saham setelah dihitung-hitung akan mendapatkan keuntungan Rp 100 / lembar saham / tahun (EPS = Earning Per Share). Anda ingin menjual perusahaan eskrim ini, dengan harga berapa Anda bersedia menjual?

Sekadar perbandingan saja, sekarang bunga deposito adalah 8%, artinya dalam 12,5 tahun (100/8) bisa balik modal kalau bunganya tidak didepositokan kembali.

Tetapi Anda berpikir.. deposito uang pokoknya kan mati, gak bisa berkembang. Prospeknya stagnan.. sedangkan usaha eskrim Anda sedang menanjak, jadi harusnya ada orang yang akan bersedia membeli dengan imbal hasil balik modal awal lebih lama daripada 12,5 tahun.

Dengan untung per saham Rp 100, bila dijual dengan harga Rp 1250, maka pembeli saham baru tersebut akan menikmati potensi balik modal dalam jangka waktu yang sama kalau dia membeli deposito. Tetapi karena ada prospek pengembangan dalam bisnis eskrim ini, Anda pun optimis bisa menjual di harga, katakanlah 20 tahun untuk balik modal (Rp 2000), 20 x lipat untung tahunan saat ini. Anda bisa mencoba meyakinkan pembeli awal bahwa bila tidak ada kejutan, setelah ekspansi ini berhasil, untung per saham untuk tahun berikut bisa menjadi Rp 200, dan untuk tahun berikutnya lagi bisa menjadi Rp 300.. dan seterusnya.

Jadi walaupun dengan harga saat ini (Rp 2000), harga saham Anda tampak mahal, tetapi bila calon pembeli bersedia "berpikir jangka panjang," waktu yang diperlukan untuk balik modal akan menjadi lebih cepat daripada 12,5 tahun, mungkin dalam waktu 5-7 tahun sudah balik modal, karena di tahun-tahun berikut keuntungan per lembar saham sudah jauh di atas Rp 100.

(Perbandingan harga saham dengan keuntungan per saham = PER , Price Earning Ratio, untuk contoh di atas, dengan harga jual Rp 2000 dan EPS Rp 100, berarti PER nya = 20x)

KEYAKINAN orang atas potensi perusahaan-perusahaan go-public inilah yang menentukan harga saham, dan nilai kapitalisasi total perusahaan go-public di suatu negara.

(Ingat juga hal ini, tidak semua keuntungan perusahaan bisa dibagikan dalam bentuk dividen, jadi walaupun secara teoritis pembeli baru bisa balik modal dalam 5-7 tahun, tetapi itu bukan berupa cash money)

Di masa booming ekonomi, orang akan optimis terhadap masa depan, dan dengan demikian bersedia membayar PER yang lebih tinggi, sebab menurut mereka bisnis perusahaan yang mereka beli sedang dalam masa menanjak, omset akan terus bertambah, demikian juga dengan laba.

Di masa resesi ekonomi, pesimisme lebih kuat, orang-orang pun hanya bersedia membeli di PER yang lebih rendah, sebab mereka khawatir perusahaan yang mereka beli omsetnya akan menurun, dan dengan demikian laba pun menurun.

Mari kita ambil contoh:
Di masa booming, EPS perusahaan eskrim Anda tumbuh menjadi Rp 300. Orang-orang optimis akan perusahaan ini, dan mereka kemudian bersedia membeli di PER 20x, harga saham di pasar bisa menjadi Rp 6000 / lembar.

Di masa resesi, EPS perusahaan eskrim Anda turun menjadi Rp 100 kembali. Ditambah pesimisme orang akan prospek perusahaan ini, PER yang bersedia mereka bayar pun turun menjadi 10x, sekarang harga saham menjadi Rp 1000.

Dari Rp 6000 turun menjadi Rp 1000 (-83%) bagi sejumlah orang adalah hal yang kejam, jahat, dan mustahil, tetapi dalam siklus boom and bust ini bukanlah hal yang aneh. Contoh di atas sepenuhnya wajar, dan sudah sering terjadi.

Kebalikan dari siklus di atas, kalau harga naik dari Rp 1000 ke Rp 6000 (+500%) di masa booming perekonomian pun bukan hal yang aneh, bukti nyata ada di mana-mana, Anda hanya perlu mengecek harga saham di pasar modal negara Anda.

Saat SBY menjadi Presiden RI (2004), index harga saham di IHSG adalah sekitar 800-an. Selama 3 tahun berikut sampai 2007, bursa saham di mana-mana di seluruh dunia naik tajam, IHSG pun sempat naik sampai 2800 (sekitar 250%)


Suporter pemerintah berkomentar betapa pemerintahan ini berhasil memulihkan ekonomi negara, buktinya adalah harga saham naik terus! Kenyataannya harga saham naik terutama karena sentimen global, tak ada hubungan yang jelas dengan kinerja pemerintah...

Jadi kalau sekarang di masa kejatuhan IHSG pemerintah mengingkarinya dengan mengatakan fundamental kita sebenarnya bagus.. jangan panik.. ini cuma imbas kinerja bursa saham luar negeri, tidak ada hubungannya dengan kita, kita hanyalah korban...... apa yang mereka tunjukkan sebenarnya hanyalah bahwa mereka adalah orang-orang naif, pembohong, atau dua-duanya...! Sebab masa-masa kenaikan harga saham tahun-tahun sebelumnya pun sebenarnya hanyalah efek bursa global.

Tidak ada keanehan apapun kalau IHSG kembali ke level 800-an, sebab memang tidak banyak perubahan positif yang berhasil dilakukan pemerintahan ini. Siapa yang bisa mengatakan kalau kemiskinan penduduk RI saat ini lebih sedikit dibandingkan tahun 2004???

MANIPULASI PASAR, BISAKAH TERJADI?

Point (2) di atas adalah hal yang sangat penting. Harga yang diperdagangkan di pasar, tidak peduli betapa sedikitnya partisipan, adalah harga yang menjadi acuan semua orang.

Misalkan total saham perusahaan eskrim Anda ada 1 juta lembar. Yang Anda jual ke publik hanya 40% (400 ribu lembar). Dari 400 ribu lembar ini, hanya 100 ribu yang aktif diperdagangkan, karena sisa 300 ribu lembar lainnya dipegang oleh orang-orang konservatif, mereka membeli dan menyimpan sahamnya untuk jangka panjang.

100 ribu saham (10%) ini akan mempengaruhi nilai 90% lainnya!

Kalau ada sekelompok kecil orang terus melakukan short selling dan memaksa harga saham perusahaan ini turun ke level yang sangat rendah, nilai 90% saham yang lain semuanya terpengaruh. Sebaliknya, kalau sekelompok kecil orang "menggoreng" 10% saham di tangan mereka ke level yang sangat tinggi, 90% saham tersisa juga terpengaruh.

Ini berlaku tidak hanya untuk saham, semua yang diperdagangkan di pasar komoditi juga menggunakan sistem yang sama. Minyak, emas, perak, tembaga, nikel, timah, zinc, semua komoditi lainnya bisa digerakkan oleh segelintir orang untuk kepentingan mereka sendiri.

Pernahkah Anda heran mengapa kalung emas di leher Anda harganya berfluktuasi secara harian? Mengapa harga emas di pasar berjangka London dan New York, yang partisipannya hanyalah segelintir kecil orang, bisa mempengaruhi harga emas untuk setiap penduduk lainnya di muka bumi?

Dunia hari ini tidaklah sama dengan dunia kemarin. Apa yang kita sangka benar 100 tahun lalu, atau 50 tahun lalu, atau 10 tahun lalu, tidaklah pasti benar juga untuk hari ini. Mungkin sudah saatnya kita memikirkan kembali justifikasi harga di pasar modal / pasar komoditi. Sudah saatnya 90% partisipan pasif ikut menentukan harga yang tahun-tahun terakhir ini terus dikendalikan oleh 10% partisipan aktif......
sumber:http://pohonbodhi.blogspot.com

Wednesday, March 7, 2012

Seluk-Beluk Dividen



Selain memetik keuntungan dari kenaikan harga saham atau capital gain, investor saham juga bisa memetik keuntungan dari pembagian laba atau dividen yang dibagikan perusahaan. Namun, tidak semua perusahaan rajin membagikan dividen.
Di Indonesia, ada beberapa jenis perusahaan yang cukup royal membagikan dividen. Jenis perusahaan yang pertama adalah perusahaan plat merah atau badan usaha milik negara (BUMN).
Setiap tahun, hampir semua perusahaan BUMN yang telah tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) selalu membagikan dividen. Selain karena sebagian BUMN kinerja keuangannya bagus, mereka rajin membagikan dividen karena memang "ditodong" oleh pemerintah yang menjadi pemegang saham mayoritasnya.
Selain BUMN, perusahaan-perusahaan besar yang sudah mapan biasanya juga rajin membagikan dividen. Maklum, selain laba bersih perusahaan ini tinggi, perusahaan yang sudah mapan seperti ini biasanya juga tidak membutuhkan dana yang besar besar untuk ekspansi.
Di Indonesia, salah satu perusahaan yang terkenal rajin membagikan dividen adalah PT Unilever Tbk (UNVR).
Sebelum jauh, bentuk dividen sendiri sebenarnya ada beberapa jenis. Yang pertama adalah dividen tunai. Sesuai dengan namanya, dividen ini berupa uang tunai yang dibagikan kepada setiap pemegang saham. Dividen tunai ini biasanya dinyatakan dalam rupiah per saham. Misalnya, perusahaan A membagikan dividen Rp 25 per saham.
Selain dividen tunai, ada pula dividen saham. Artinya, bukannya uang tunai, perusahaan akan menerbitkan saham baru dan membagikannya kepada para investor yang menjadi pemegang sahamnya. Dividen ini sering disebut juga sebagai scrip dividend.
Dividen saham ini biasanya dibagikan oleh perusahaan karena ia tidak memiliki kas yang cukup untuk membagi dividen tunai. Besar dividen saham sendiri biasanya dinyatakan dalam fraksi atau pecahan dari sahamnya. Misalnya, perusahaan membagikan dividen 0,05 saham untuk setiap saham perusahaan tersebut. Artinya, jika Anda memiliki 1.000 saham, Anda akan memperoleh 50 saham?
Tidak semua investor yang memiliki saham suatu perusahaan berhak untuk memperoleh dividen yang dibagikan oleh perusahaan itu. Sebab, demi kerapian administrasi, perusahaan biasanya menentukan tanggal-tanggal tertentu untuk menentukan investor-investor yang berhak menikmati dividennya. Nah, agar tidak gigit jari, investor harus memperhatikan tanggal-tanggal penting itu.
JIka investor berniat memburu dividen suatu perusahaan, investor harus mencermati cum date dividen perusahaan itu. "Cum" berasal dalam bahasa Lain yang berarti "dengan" (dividen). Jadi, cum date adalah batas tanggal yang menentukan investor-investor yang berhak untuk memperoleh dividen. Artinya, hanya investor yang tercatat memiliki saham tersebut sampai dengan tanggal cum date yang berhak memperoleh dividen.
Ambil contoh PT ABC mengumumkan bahwa tahun ini ia akan membagikan dividen sebesar Rp 100 per saham. Cum date-nya adalah tanggal 20 Juni 2007.
Dalam kasus ini, artinya semua investor yang tercatat memiliki saham PT ABC sampai dengan tanggal 20 Juni 2007 itu berhak untuk memperoleh dividen yang dibagikan oleh PT ABC.
Karena aturan inilah, ada fenomena yang menarik menjelang cum date dividen suatu perusahaan. Sampai dengan cum date dividennya itu biasanya saham suatu perusahaan akan melonjak cukup tinggi. Ini terjadi karena para investor memburu saham perusahaan tersebut demi untuk memperoleh pembagian dividen. Jadi, menjelang pembagian dividen, investor bisa memperoleh keuntungan dobel, yakni dari kenaikan harga sahamnya dan pembagian dividennya.
Selain cum date, ada tanggal yang disebut sebagai ex-date. Investor yang membeli atau memiliki saham perusahaan mulai pada tanggal yang ditentukan sebagai ex-date ini tidak berhak untuk memperoleh dividen yang dibagikan oleh perusahaan.
Karena itulah, jika ingin memburu dividen, investor harus mencermati tanggal cum date dan ex-date dividen tersebut.?
Tentu saja investor lebih menyukai perusahaan yang royal dalam membagikan dividen. Untuk memilihnya, investor harus melihat rasio pembagian dividen perusahaan itu terhadap laba bersihnya. Namun, itu saja belum cukup. Investor juga harus melihat tingkat imbal hasil dividen atau dividend yield yang akan dibagikan oleh perusahaan tersebut. Semakin tinggi dividend yield, tentu semakin menguntungkan.
Untuk menentukan royal-tidaknya perusahaan dalam membagikan dividen, investor bisa menyimak rasio pembagian dividen atau dividend payout ratio. Rasio ini menunjukkan persentase dividen yang dibagikan terhadap laba bersih perusahaan. Jadi, rumusnya adalah: total dividen dibagi laba bersih atau dividen per saham dibagi dengan laba per saham.
Ambil contoh, tahun ini, perusahaan XYZ membagikan dividen Rp 50 per saham. Sementara, laba per saham atau earning per share-nya (EPS) Rp 100. Artinya, rasio pembagian dividen XYZ adalah 50% (= Rp 50 : Rp 100).
Semakin besar suatu perusahaan, biasanya ia akan semakin royal dalam membagikan dividennya. Atau, khusus untuk kasus di Indonesia, emiten-emiten saham badan usaha milik negara (BUMN) umumnya juga memiliki dividend payout ratio yang tinggi. Tahun ini, misalnya, sebagian besar BUMN membagikan dividen hingga 50% dari laba bersihnya.
Tapi, rasio pembayaran dividen saja tidak cukup. Agar keuntungan investor lebih maksimal, ia juga harus memperhatikan tingkat imbal hasil dividen atau dividend yield-nya. Rumusnya adalah nilai dividen per saham dibagi dengan harga per sahamnya di pasar (dividen per saham : harga per saham).
Ambil contoh perusahaan ABC membagikan dividen sebesar Rp 100 per saham. Jika harga saham ABC saat ini baru Rp 500, artinya dividend yield ABC adalah 20% (= Rp 100 : Rp 500 x 100%). Tapi, jika harga saham ABC sudah Rp 1.500 per saham, dividend yield-nya cuma 6,7%.
Dalam contoh ini, tentu saja kondisi pertama, saat harga saham ABC Rp 500 per saham, lebih menguntungkan buat investor daripada kondisi kedua. Jadi, sebelum mengejar dividen suatu perusahaan, lihat dulu berapa modal yang harus Anda keluarkan untuk membeli saham perusahaan itu.?
sumber:kontan.co.id

Click Button Below to Save As PDF

Pertumbuhan PDB per kapita (% tahunan)

Template by : kendhin x-template.blogspot.com