Loading

LAKBAN / OPP TAPE MURAH DAN KUAT

Showing posts with label Indonesian News. Show all posts
Showing posts with label Indonesian News. Show all posts

Thursday, September 19, 2013

ADB: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Ini 5,5 Hingga 6 Persen

Jakarta, 18/09/2013 MoF (Fiscal) News – Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan berada di kisaran5,5 hingga 6 persen. Prediksi ini didasari oleh pertumbuhan kinerja ekspor yang saat inicenderung melambat. Demikian disampaikan Ekonom Senior ADB Edimon Ginting di Jakarta,Selasa (17/9).
Ia mengatakan, salah satu dampak kenaikan BI rate secara agresif akan berdampak padaperlambatan pertumbuhan ekonomi. Namun, hal tersebut dinilai wajar karena bertujuan untukmengurangi tekanan defisit transaksi berjalan yang semakin melebar. “Saya masih tetap updatepertumbuhan ekonomi Indonesia di antara 5,5 hingga 6 persen, jadi memang kita harus slow down sedikit,” urainya.
Menurutnya, perlambatan ekonomi Indonesia ini juga diakibatkan oleh menurunnya pertumbuhanekspor karena China dan India sebagai negara tujuan ekspor mengalami pukulan daripertumbuhan ekonomi global. Imbasnya, hal tersebut akan terus menjadi tekanan bagi neracatransaksi berjalan. “BI rate itu kan dinaikkan memang tujuannya untuk memperlambat, bukancuma konsumsi domestik, tapi juga permintaan domestik, sehingga nanti bisa terkurangi defisittransaksi berjalan kita,” ungkapnya.
Di sisi lain, lanjutnya, kebijakan pemerintah untuk mendukung ekspor dan investasi melaluipemberian insentif, serta depresiasi nilai tukar rupiah dapat membantu meningkatkan pasokan(supply side) dan mendorong kinerja ekspor. “Jadi kita harus dukung ekspornya lebih banyak,supaya impornya juga pelan, namun permintaan domestik juga mesti melambat,” pungkasnya.(ans)

Friday, September 13, 2013

Ini Parameter Keberhasilan 4 Paket Kebijakan Ekonomi 2013


Pemerintah telah membentuk tim terpadu yang bertugas untuk mengukur keberhasilan implementasi empat paket kebijakan ekonomi. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa usai rapat kabinet di kantor presiden, Kamis malam, 12 September 2013, mengatakan bahwa masing-masing paket memiliki ukuran keberhasilan.

Pemulihan Ekonomi China Diharapkan Katrol Ekonomi Indonesia


Jakarta,11/09/2013MoF(Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basrimengapresiasi sinyal positif dari perekonomian China. Data yang dikeluarkan Biro Pusat StatistikChina mengindikasikan adanya sinyal negeri tersebut mengalami pertumbuhan positif.
Produksi nasional dari industri di negera tersebut pada triwulan III 2013 tumbuh 10,4 persendibanding tahun sebelumnya. “Kalau China menggeliat, harga komoditas mulai naik, jadi sayalihat ekspor nonmigas sampai akhir tahun pertumbuhannya bisa positif,” kata Menkeu di Jakarta,Rabu (11/9).
Selain produksi meningkat, sinyal lain yang cukup membawa optimisme banyak pihak adalah datapembiayaan bank selama bulan lalu yang mencapai 257 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Iniartinya perusahaan-perusahaan yang ada di China mulai menggeliat dan kembali bersiapberekspansi.
Menkeu menilai bahwa jika sinyal kebangkitan tersebut dapat terus berkelanjutan, maka aliranmodal dari China berpotensi masuk ke Indonesia. “Iya, investasi bisa meningkat,” kata Menkeu.
Meski terdapat sinyal-sinyal kebangkitan ekonomi China, tetapi Menkeu tidak mau banyakberharap. Hal ini dikarenakan, secara agregat pertumbuhan ekonomi China sudah dipatokmenurun oleh pemerintahnya sendiri. "Tapi saya enggak seyakin itu, karena yang terjadi di G20ekonomi China direvisi turun dari 7,7 persen ke 7,5 persen," kata Menkeu.(nic)

BI Naikkan BI Rate ke Level 7,25 Persen

Jakarta, 12/09/2013
MoF (Fiscal) News- Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada12 September 2013 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate)sebesar 25 basis point (bps) menjadi 7,25 persen. Demikian disampaikan Direktur EksekutifDepartemen Komunikasi BI Difi A. Johansyah pada Kamis (12/9).
Difi menjelaskan, untuk suku bunga Lending Facility juga mengalami kenaikan sebesar 25 bpsmenjadi 7,25 persen. "Dan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen,"katanya.
BI memandang, kenaikan suku bunga tersebut merupakan langkah lanjutan dari penguatanbauran kebijakan BI yang difokuskan untuk pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, sertauntuk memastikan berlangsungnya penyesuaian defisit transaksi berjalan pada tingkat yangsustainable. "Langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan kondisi fundamentalterus dilakukan serta didukung upaya penguatan operasi moneter dan pendalaman pasar valas(valuta asing)," jelasnya.
BI juga menilai, perlambatan ekonomi dan ketidakpastian keuangan global ke depan masih terusberlanjut. Pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2013 diperkirakan melambat menjadi 3,0 persen,dari semula 3,1 persen, akibat melambatnya pertumbuhan negara emerging, terutama China danIndia.(ak)

Friday, August 30, 2013

Pemerintah Revisi Sejumlah Asumsi Makro RAPBN 2014

Jakarta, 29/08/2013 MoF (Fiscal) News - Pemerintah telah merevisi sejumlah asumsi makroRancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014 yang baru diumumkanbeberapa waktu lalu. Hal tersebut terlihat saat Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basrimenyampaikan asumsi makro RAPBN 2014 dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RIpada Rabu (28/8).
Asumsi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014 yang sebelumnya ditetapkan sebesar 6,4 persendikoreksi menjadi pada kisaran 5,8 persen hingga 6,1 persen. Sementara, asumsi nilai tukarrupiah pada tahun 2014 yang sebelumnya diproyeksikan sebesar Rp9.750 per dolar AS dikoreksipada kisaran Rp10.000 hingga Rp10.500 per dolar AS.
Untuk asumsi laju inflasi tahun 2014 masih tidak mengalami perubahan, dengan tetap akandijaga pada kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen.  Begitu pula suku bunga SuratPerbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan diasumsikan tetap berada pada level 5,5 persen.
Asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price) pada tahun 2014 juga tetapdiperkirakan sebesar 106 dolar AS per barel, asumsi lifting minyak mentah tetap 870 ribu barelper hari, dan lifting gas bumi 1.240 ribu barel setara minyak per hari. “Ada sejumlah perkiraandalam asumsi makro pada APBN-P 2013 kita  yang meleset. Ini tentu tak lepas dari berbagai halyang terjadi terutama pada berlanjutnya kondisi ekonomi global yang tidak stabil, sehingga kitaperlu merevisi asumsi pada RAPBN 2014 yang beberapa minggu lalu kita sampaikan," kataMenkeu.(ak)

Inflasi 2013 Diproyeksi pada 9,3 %


Jakarta, 29/08/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah memproyeksikan laju inflasi pada tahun 2013 berada pada kisaran 9,3 persen. Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri mengatakan, inflasi berpotensi menyentuh 9,3 persen bila mengikuti historis pergerakan selama 5 tahun terakhir, dengan catatan jika inflasi pada Agustus akan melampaui 1 persen ditambah dengan terus berlanjutnya tekanan eksternal.
"Apabila laju inflasi Agustus 2013 sebesar 1,27 persen dan tren pergerakan inflasi mengikuti pola pergerakan historis 5 tahun sebelumnya, serta diikuti dengan potensi tekanan lainnya, maka laju inflasi tahun ini diperkirakan bisa mencapai 9,3 persen," kata Chatib saat rapat kerja dengan Badan anggarn DPR RI yang berlangsung Rabu (28/8). 
Pendorong naiknya inflasi terutama yang terjadi pada bulan Juli adalah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, yang kemudian diikuti Bulan Puasa dan Lebaran. Kemudian disusul pula nilai tukar rupiah yang hingga kini masih terdepresiasi. Hal tersebut pada gilirannya berpotensi mendorong inflasi karena kian mahalnya barang impor (imported inflation).
Di kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, inflasi yang berpotensi terjadi pada bulan Agustus ditopang oleh bahan pangan (volatile food). Pihaknya menyebutkan, terdapat tiga bahan pangan berkontribusi besar pada inflasi yaitu daging sapi, ayam, dan bawang merah. (ak)

BI Rate Dinaikkan di Level 7 %


Jakarta, 29/08/2013 MoF (Fiscal) News - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Kamis(29/8) memutuskan untuk memperkuat bauran kebijakan lanjutan. Direktur Eksekutif DepartemenKomunikasi BI Difi A. Johansyah mengatakan terdapat dua kebijakan lanjutan yang diluncurkan BI.

Kebijakan pertama, menaikkan BI Rate sebesar 50 basis points (bps) menjadi 7,00 persen; sukubunga Lending Facility (LF) sebesar 25 bps menjadi 7,00 persen; dan suku bunga Deposit Facility(DF) sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen. Kebijakan kedua, BI akan memperpendek jangkawaktu month-holding-period kepemilikan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dari 6 bulan menjadi 1bulan. "Ketiga, memperhitungkan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) sebagai komponenGiro Wajib Minimum (GWM) sekunder," jelasnya. 

Kebijakan Keempat, lanjutnya, adalah memperkuat kerja sama antarbank sentral denganmemperpanjang Bilateral Swap Arrangement (BSA) antara Bank Indonesia dengan Bank of Japan. "Kebijakan lanjutan ini memperkuat berbagai bauran kebijakan yang telah diputuskansebelumnya, termasuk lelang TD valas overnight (o/n) dan SDBI mulai hari ini, perluasan FX Swap sebagai instrumen hedging, serta kebijakan loan-to-value ratio (LTV) kredit properti dansupervisory action dalam manajemen likuiditas dan penyaluran kredit," katanya.


Friday, June 28, 2013

Facebook akan dirikan markas di Indonesia?

Seiring dengan dinyatakannya Indonesia sebagai salah satu negara 'kunci sukses' Facebook hingga saat ini, ada rumor yang mengatakan bahwa Facebook akan mendirikan kantor resmi di Indonesia.

Hal ini menyusul sebuah pernyataan dari Kepala Bagian Komunikasi Facebook Asia Pasifik, Charlene Chian, yang dilansir Mashable (20/6), dengan mengungkapkan bahwa pihaknya ingin lebih dekat dengan para pengguna Facebook di Indonesia.

40 Tahun Jalin Kerjasama, RI Dan Korea Gelar Korean Expo 2013


 Guna memperingati kerjasama antara Indonesia dengan Korea Selatan yang sudah berjalan selama 40 tahun, Indonesia melalui Kementerian Perdagangan, Kementerian Industri, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar Korean Expo 2013 di Grand Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.

Click Button Below to Save As PDF

Pertumbuhan PDB per kapita (% tahunan)

Template by : kendhin x-template.blogspot.com