Loading

CARI JODOH ANDA DISINI..!

Ikuti Program Cari Duit Online

Adsense Indonesia

Click Below

Tuesday, July 17, 2012

“Management” ; Bukan Ilmu yang Mandiri

by: Rachmadi Hendrabaya (rachmadi49)



Sebenarnya ini adalah pendapat saya yang berasal dari pengalaman dan pengamatan saya selama ini. Management, satu kata yang paling sering disebut dan dibahas pada seminar-seminar bisnis maupun politik. Ilmu ini begitu di puja dan menjadi goal utama dari setiap insan bisnis ataupun para organisator (baik politis maupun umum), sangat ingin dipelajari dan dikuasai para pemimpin bisnis dan juga negara. Mereka yang telah mendapatkan pengakuan diatas kertas terhadap ilmu ini begitu bangga dan merasa menjadi kasta yang berbeda dalam masyarakat. Namun pertanyaan yang begitu besar dari mereka yang merasa menguasai ilmu ini adalah mengapa semua ilmu management yang mereka terapkan seringkali tidak menghasilkan apa-apa, segala tujuan menjadi berantakan padahal mereka telah menuntut ilmu sakti yaitu management? mengapa? hal yang saya yakin tak akan mampu dijawab para pemimpin dengan logis atau rasional dan ilmiah.


Management, tak bisa dikatakan sebagai ilmu sakti, tak bisa juga dikatakan ilmu absurd ataupun ilmu yang tak eksak, ilmu yang penuh dengan variable pendukung dimana semua variable pendukung itupun tak sama parameternya tergantung keadaan pada saat ilmu itu ingin diterapkan. 

Untuk menjadikan management ilmu yang sakti,ilmu yang pasti dan menempatkan segala variable pendukungnya menjadi konstanta, maka ilmu management jangan difahami sebagai ilmu yang mandiri, ilmu yang tak membutuhkan atau mengabaikan ilmu lain, dalam hal ini saya menempatkan Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi sebagai ilmu yang terintegrasi dengan ilmu management. Kedua ilmu inilah yang selama ini saya gabungkan dalam memimpin, bahkan tak hanya memimpin anak buah tetapi juga memimpin diri saya sendiri dalam bersosialisasi dan juga menyelesaikan tugas-tugas priadi dan professional.



Mungkin orang akan sinis dengan pendapat saya ini atau bahkan juga menganggap saya tak berkompeten untuk mengajari orang lain dalam ilmu management, tetapi itulah yang telah membuat saya tak pernah bermasalah ataupun membuat tugas saya berantakan selama ini.

Mengapa saya berpendapat bahwa ilmu psikologi dan ilmu komunikasi harus dijadikan ilmu yang terintegrasi dengan ilmu management? baik saya akan jelaskan pendapat saya;
saya ilustrasikan begini; ketika kita mendapatkan kepercayaan untuk memimpin suatu organisasi ataupun perusahaan maka kita dituntut untuk menerapkan management dan hal pertama yang kita ingat dan jadikan sebagai dasar adalah POAC ( Planing , Organizing, Actuating dan Controling ) betul tidak? kita akan berusaha untuk membuat rencana yang begitu baik agar orang yang member kepercayaan kepada kita menjadi senang dan berusaha mengorganisir anak buah agar mereka bisa melaksanakan rencan kita dengan baik, selanjutnya kita tinggal mengawasi saja. Saya katakan secara teori sederhana apa yang dilakukan seperti yang saya gambarkan diatas adalah benar. yang menjadi permasalahan adalah bagaimana anak buah kita memahami rencana kita, bagaimana organizing yang tepat untuk diterapkan dan apakah kita akan mengawasinya setiap detik anak buah kita?



Kita ketahui bersama para pemimpin negara ini memiliki rencana yang begitu hebat untuk negeri ini dan mereka juga sangat bisa menjelaskan management dengan detail bila mereka terpilih menjadi pemimpin negeri ini, semua terlihat pada saat fit and propert tes yang di ikutinya. tetapi ketika mereka terpilih menjadi pemimpin apa hasilnya ? apakah anda berani mengatakan apa yang dicapai telah sesuai dengan yang direncanakan? apakah yang mereka lakukan justru menjadi kontra produktif bagi negeri ini? buat saya pribadi segala penjelasan atau penjabaran mereka pada saat profit n propert tes hasilnya nol, sangat sedikit yang bermanfaat bagi negeri ini, untung saja masyarakat mampu mandiri mampu menemukan jalanya sendiri untuk membangun negerinya.
Mengapa pemimpin tersebut tak mencapai hasil seperti yang direncanakan? jawabanya adalah mereka tak mampu mengkomunikasikan rencana mereka, mengkomunikasikan tak hanya menyampaikan tetapi juga meyakinkan dan masyarakat merasa terajak atau terundang untuk ikut menyukseskan rencana itu karena masyarakat meyakini rencana itu adalah rencana yang terbaik untuk dirinya dan negeri ini, itulah yang saya maksud dalam manajemen perlu ilmu komunikasi. Komunikasi pemimpin pada saat ini begitu berantakan, tak satupun masyarakat yang mengerti apakah rencana yang disampaikan untuk mereka atau bukan? yang ada selama ini masyarakat selau apatis dan terkesan sudah mengambil kesimpulan kalau rencana itu bukanlah untuk mereka tetapi golongan tertentu saja.



Dalam kaitannya dengan ilmu psikologi yang juga menjadi ilmu yang terintegrasi dengan management dapat saya ilsutrasikan begini; bila rencana sudah kita buat dan juga akan kita komunikasikan dengan baik maka yang harus kita fahami adalah komunikasi seperti apa yang akan tepat sasaran apakah kita akan menyamakan kualitas komunikasi kita di semua kalangan,semua keadaan dan semuat tempat? hal inilah yang membuat kita harus memahami psikologi orang yang kita ajak komunikasi. Kita tentu masih ingat ketika para TKI kita di Arab Saudi yang sedang terlantar karena mereka kabur dari para majikan yang mereka anggap kejam tetapi apa yang menjadi rencana pemerintah dan bagaimana komunikasi mereka? pemerintah membuat rencana untuk membekali para TKI dengan HandPhone dan itu mereka kemukakan pada media dengan ekspresi yang datar..hasilnya? tak satupun mendukung dan taksatupun merasa itu ide yang tepat dan saya yakin para keluarga TKI yg ditanah air mengatakan : bukan itu yang ingin kami dengar.! lalu apa yang salah? apakah idenya dapat dikatakan salah? menurut saya tidak. Ide untuk membekali TKI dengan HandPhone cukup tepat karena ini untuk memberi informasi sesegera mungkin kepada Kedutaan Besar kita untuk memberikan pertolongan kepada mereka. Penolakan ide ini karena pemerintah tidak memperhatikan psikologi para TKI,Keluarga TKI dan masyarakat yang ikut prihatin. Seandainya pemerintah mengatakan : dengan sangat prihatin kami akan sesegera mungkin menyelesaikan kasus ini dan untuk mencegah terjadinya peristiwa yang sama dikemudian hari di seluruh negara tempat TKI mengadu nasib maka pemerintah akan bekerjasama dengan pemerintah negara setempat agar para TKI dibekali dengan Handphone agar mereka dapat dengan cepat melaporkan segala hal yang menjadi gejala-gejala kekerasan, dan kami sampaikan kepada para keluarga agar mempercayakan kepada pemerintah untuk melakukan tugas yang sebaik-baiknya (dan bila perlu mengundang beberapa keluarga dari para TKI yang terlantar tersebut). Bila saja hal ini dilakukan oleh pemerintah tentu tanggapan masyarakat akan lain dan positif.

Itulah pendapat saya mengenai ilmu Management bukan ilmu yang mandiri, semoga dapat memberikan manfaat bagi yang membacanya.Terimakasih

0 comments:

Click Button Below to Save As PDF

Pertumbuhan PDB per kapita (% tahunan)

Template by : kendhin x-template.blogspot.com